Elektabilitas Emil Meroket

Elektabilitas Emil Meroket
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
DEKLARASI JABAR1: Wali kota Bandung Ridwan Kamil bersama Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jabar Saan Mustopa diarak mengunakan Sisingaan jelang pendeklarasian Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar di Monumen Bandung Lautan Api, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, kemarin (19/3).
0 Komentar

Integritas yang baik

Mengomentari hasil survei Median terhadap elektabilitas kandidat Cagub Jabar, penga­mat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Firman Manan mengatakan, Ridwan Kamil tidak hanya unggul di survei yang dilakukan oleh Median. ”Tidak hanya di survei ini elektabilitas Kang Emil (sa­paan Ridwan Kamil, Red) men­galami kenaikan, kalau kita lihat selalu ada kenaikan dan selalu nomor satu,” katanya.

Survei, lanjut Firman, me­motret situasi saat survei dilakukan. Artinya, dinamika politik masih sangat cair dan belum bisa diprediksi. Namun hasil survei bisa untuk meli­hat kecenderung pilihan calon pemilih.

Firman melihat, ada bebe­rapa faktor yang membuat elektabilitas Ridwan Kamil di atas 20 persen dan selalu ung­gul di beberapa survei. Ada dua faktor yang mendasari pencalonan, yaitu motivasi politik dan modal politik. Motivasi politik, Ridwan Ka­mil punya keunggulan dari yang lain karena dia sudah menyatakan siap, sedangkan yang lain masih malu-malu.

Baca Juga:Fans Selangor FC Inginkan FebriDuel Sengit dengan Vettel, Hamilton Menangi Balapan GP Spanyol

”Bagi pemilih ini bisa dilihat sebagai bentuk keseriusan untuk mengikuti Pilgub, di­bandingkan kandidat lain yang masih mengukur,” jelasnya.

Untuk modal politik, Ridwan Kamil mempunyai keuntung­an karena populer dan dip­andang mempunyai citra baik sebagai Wali Kota Bandung. ”Track record ini berkaitan dengan intergritas, jadi orang ini dianggap kompeten untuk maju dalam pilgub karena dia sudah punya track record me­mimpin Bandung dan diang­gap berhasil. Bagaimana pun juga pengalaman memimpin bisa menjadi modal. Misalnya untuk jadi presiden, modalnya jadi gubernur dulu. Nah, Rid­wan Kamil dianggap track record-nya pernah dan masih jadi wali kota,” paparnya lagi.

Mengenai kontribusi partai pendukung untuk mendong­krak elektabilitas Ridwan Kamil, Firman melihat, sejauh ini belum memberikan kon­tribusi yang signifikan. Dari pengalaman berbagai pilkada dan pilpres, pertarungan figur yang lebih menjadi variabel penentu.

”Partai politik memang da­lam level tertentu memberikan peran. Ridwan Kamil sudah dideklarasikan Partai Nasdem. Di tingkat Jawa Barat, partai ini hanya punya 5 kursi. Kalau ditanya sejauh mana partai berperan, saya lihat belum bisa mendongkrak elektabil­tas Ridwan Kamil,” jelasnya.

0 Komentar