Kondisi jembatan yang memiliki panjang 24 meter, lebar 1,5 meter itu membentang di atas Sungai Cidadap. Jembatan tersebut menjadi akses penting untuk warga di kedua kecamatan tersebut sejak lama. Setelah jembatan itu rusak, warga berinisiatif untuk membangun jembatan secara swadaya. “Ini jadi jalur utama yang dilalui oleh kedua kampung tersebut. Sehingga perlu diperbaiki untuk menjamin kenyamanan terutama melalui sungai yang cukup besar di kawasan tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR KBB, Muhammad Ridwan menuturkan, rencana pembangunan jembatan gantung tersebut rencananya akan dibangun tahun ini yang saat ini sedang dalam pembuatan DED.
Ridwan melanjutkan, dalam pembangunannya nanti, lokasinya akan dipindah sekitar 1 kilometer dari jembatan sebelumnya. Hal itu berdasarkan atas keinginan warga yang tercantum dalam surat kesepakatan bersama warga untuk pembangunan jembatan tersebut.
Baca Juga:Yamaha Borong 10 Penghargaan Otomotif Award 2017Sabilulungan Fair 2 Pamerkan Multi Produk
“Masyarakat dari dua desa ingin melestarikan nilai sejarah dari jembatan gantung makanya warga minta jembatan gantung tetap dipertahankan, makanya pembangunan jembatan oleh pemkab tetap berjalan tapi rencananya akan dipindah ke lokasi yang tidak jauh dari jembatan gantung,” tuturnya.
Alasan lainnya, kata Ridwan, pembangunan jembatan di lokasi jembatan gantung semula yang rencananya akan diperlebar agar bisa diakses kendaraan roda empat ternyata tidak ditunjang oleh akses jalan menuju jembatan yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Hal tersebut tentunya memerlukan pembebasan lahan yang memberatkan warga dan membutuhkan anggaran cukup besar.
“Makanya pembangunannya dipindah ke lokasi lain, jadi dalam DPA-nya tetap untuk pembangunan jembatan tapi lokasinya dipindah sedikit ke lokasi yang tidak jauh dari jembatan gantung semula tapi akses jalan menunjang bagi kendaraan akses kendaraan roda empat,” tandasnya. (drx)
