Susi Tewas demi Nama

Susi Tewas demi Nama
HADIRI PEMAKAMAN: Sejumlah teman sebaya dari SMK 1 Pasundan saat menghadiri pemakaman korban, kemarin.
0 Komentar

Sementara ayah Susi, Ma­ming, 67, mengaku, pihak keluarga hingga saat ini tidak mengetahui awal mula keja­dian yang menimpa putri bungsunya tersebut. Padahal, dirinya sudah menanyakan kepada pihak sekolah, namun belum ada jawaban kete­rangan yang pasti.

Sebelum berangkat hari Jumat, lanjut Maming, dua hari sebe­lumnya Susi sudah minta izin kepada dirinya dan kedua ka­kaknya, bahwa akan mengikuti ektrakulikuler dari sekolahnya ke Situ Cileunca.

”Saya sempat melarang Susi untuk berangkat, karena melihat kondisi cuaca saat ini sangat tidak baik. Namun Susi bersikeras ingin mengik­uti, karena pihak sekolah yang mewajibkan harus mengikuti kegiatan itu,” paparnya.

Baca Juga:Laba Bersih Bank Masih Tumbuh PositifBuka Lowongan CPNS Baru

”Bahkan, dari pihak sekolah pun memberikan surat izin orang tua. Karena Susi memaksa, saya terpaksa menandatanganinya,” sambung Maming.

Selama mengikuti kegiatan itu, tutur Maming, Susi tidak pernah memberi kabar sama sekali. Padahal Susi janji akan pulang hari minggu sore. Hingga Minggu pukul 16.00, Susi belum juga pulang, dan berusaha menghubungi Susi lewat telephone selulernya.

”Pas dihubungi, telephone nya aktif namun tidak diang­kat. Kami sekeluarga merasa was-was, karena tidak biasanya Susi seperti itu. Sehingga pada pukul 22.00 pihak ke­polisian datang ke rumah dan memberikan kabar bahwa Susi tenggelam dan mening­gal dunia,” tutur Maming sambil menangis.

Maming menegaskan, pihak keluarga menginginkan ke­terangan yang jelas dari pihak sekolah. Sebab, pembina ke­giatan ektrakulikuler itu lalai dalam melaksanakan tugas dan menjaga para peserta.

Dia berpandangan, pembi­nanya tidak bisa menjaga orang yang dibawanya dan menjadi tanggung jawabnya. Sebab,m sangat tidak mungkin di tempat wisata tidak ada orang dan tidak ada yang mengetahui kejadian yang sebenarnya.

”Padahal, kegiatan itu diik­uti oleh puluhan orang. Tapi tidak ada yang mengetahui Susi tenggelam, kan tidak mungkin. Seharusnya kalau kegiatan di dalam air harus menggunakan pelampung untuk keamanan, sedangkan ini tidak ada pengamanan sama sekali,” tegasnya sambil menambahkan, akan menem­puh jalur hukum atas insiden tersebut.

Kakak Ipar: Dia Menyusul Ibunya

0 Komentar