Sedangkan di Kecamatan Baleendah, yakni, meliputi Kelurahan Baleendah dan Andir. Jalan Raya Dayeuhkolot-Ciparay yang masuk Kelurahan Baleendah dengan ketinggian air 50-100 sentimeter kembali terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.
”Bukan hanya jalur Dayeuhkolot-Baleendah, namun Jalan Raya Andir-Katapang pun tidak bisa dilalui kendaraan karena tinggi muka air capai 20-150 sentimeter,” ungkapnya.
Selain itu, tutur Tata, banjir pun sempat memutuskan akses jalan menuju Banjaran-Soreang dan Banjaran-Pangalengan. Penyebabnya, sungai Cisela dan Cisangkuy tidak bisa menampung air tersebut. ”Di lokasi tersebut, air menggenangi sebanyak 5 Rw,” tandasnya.
Baca Juga:Cianjur, Garut, Sukabumi Paling RawanPersib Tendang Tiga Pemain Asing
”Yang terkena dampak yaitu Rw 04, 05, 06, 07 dan 09 Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran sebanyak kurang lebih 400 KK. Air menggenangi arus jalan arah Banjaran-Pangalengan dan Banjaran-Soreang TMA 50-100 sentimeter,” tuturnya.
Bukan hanya banjir, kata Tata, longsor pun terjadi di wilayah Kecamatan Pacet pada Selasa (7/3) sekitar pukul 14.00 di GOR Desa Giri Mulya, Kampung Cihojo Rt 02/RW 03, Desa Giri Mulya, Kecamatan Pacet. ”Longsor ketinggian 7 meter dan lebar 10 meter,” ucapnya.
Di hari yang sama, sekitar 15.00, lanjut Tata, di Kampung Cibodas Rt 04/RW 09, Desa Cipejeh Kecamatan Pacet pun terjadi pengikisan bantaran sungai Cibodas. Akibatnya bantaran sungai ambruk sepanjang 10 meter dengan tinggi 2,5 meter dan Lebar 1,5 meter. ”Kikisan sungai tersebut mengancam satu masjid dan Polsek Pacet,” urainya.
Sementara itu, sejumlah Tim SAR gabungan dari TAGANA, TNI, Basarnas mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Termasuk membeikan perawatan medis karena sakit akibat banjir.
Dandim 0609 Kabupaten Bandung Letkol Arh A. Andre Wira Kurniawan mengatakan, menurunkan para personelnya untuk membantu warga.
Selain melakukan evakuasi, lanjut Andre, anggota Kodim 0609 Kabupaten Bandung pun membantu pengendara yang terjebak banjir dan macet di daerah Dayeuhkolot. Saat ini saja, kata dia, di kantor Koramil 0908 Dayeuhkolot ada 11 KK yang ikut mengungsi.
”Kami siap membantu warga, selain mengerahkan personel, kantor Kodim juga kami jadikan pengungsian sementara,” tegasnya.
Baca Juga:Reaksi Bobotoh Buat Kim Terharu dan SedihHat-trick Aubameyang Antarkan Dortmund ke Perempat Final
Sementara itu, Camat Dayeuhkolot Yiyin Sodikin mengakui, banjir saat ini sangat besar dibandingkan banjir sebelumnya. Saat ini, selain ribuan rumah, ada tiga kantor desa serta satu kelurahan yang terendam banjir.
