oleh

Dua Seniman Maestro Pematung Berkolaborasi

Respon Nasirun menjadi penting karena melakukan terhadap karya Nyoman Nuarta. Selama ini Nuarta dikenal publik seni dunia sebagai pematung outdoor yang menggabungkan seni patung dengan keindahan lanskap. Salah satu karya monumentalnya berupa monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Kini GWK sedang menunggu detik-detik penyelesainnya setelah berjalan kurang lebih 25 tahun. Pada acara tersebut juga, dipentaskan teater monolog karya Putu Fajar Arcana berjudul ”Perempuan Dangdut” yang diperankan oleh Happy Salma.

Putu menyodorkan pentas yang mengembalikan relasi intim antara aktor dengan penonton. ”Saya merekontruksi pentas dangdut dalam sebuah hajatan seperti kawinan di kampung kita. Dan Happy Salma bisa melakukan dengan baik,” kata Putu.

Hal senada diungkapkan oleh Happy Salma usai pentas. Menurut dia, pentas ini cukup menantang dan bisa dilakukan dengan sebaik mungkin. ”Saya sangat tertantang memerankan tokoh nyanyi dangdut pinggiran seperti tokoh Liza Sasya ini,” kata Happy Salma. (*/nit)

 

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga