Tur diakhiri dengan kunjungan ke galeri mini yang memajang kebutuhan pokok darurat seperti tenda, toilet, meja-kursi, dan kompor. Seluruhnya disusun dari benda yang terkesan remeh. Tenda dirakit dari terpal plus batang besi dan timba atau pot bunga. Toilet dan kompor bisa dibuat dengan bahan bangku taman.
Menurut Fumie, beberapa taman di Jepang sudah dilengkapi bangku yang sewaktu-waktu bisa bertransformasi menjadi kompor dan toilet. ”Saya lupa jumlah totalnya berapa. Kalau mau, Anda bisa melihat contohnya di Tokyo Rinkai ini,” tuturnya.
Berhubung saya kepo, setelah menuntaskan tur berdurasi 30 menit itu, saya bergegas menuju ke lokasi yang ditunjukkan Fumie. Yaitu, di antara jajaran pohon tepat di depan gerbang.
Baca Juga:Material Longsoran Mulai DibersihkanSikat Pungli Meski Recehan
Benar saja. Bangku taman itu memiliki sekrup di ujung kanan kiri. Dudukannya yang terbuat dari kayu bisa dicopot agar bagian bawahnya yang terbuat dari stainless steel bisa diangkat. Ada lubang di tengah bagian itu yang bisa berfungsi menyalurkan api dari arang atau kayu yang dibakar di bagian bawahnya.
Seandainya pemerintah kita berkomitmen sejauh itu untuk mengedukasi masyarakat soal potensi bencana dan cara survive dalam menghadapinya, tentu banyak saudara kita yang tidak kehilangan nyawa karena bencana alam. (*/c5/ari/rie)
