”Saya pesan biji kopi dari sana (Pontianak) dan beli alat roaster-nya. Nah, kan nggak boleh ngopi sendirian, jadi saya bagi ke teman-teman di kantor. Tapi mereka nggak akan bisa buatnya, ya saya buatkan,” ujar Iyus.
Ditanya apakah membuatkan kopi untuk bawahannya bisa membuat wibawa jatuh? Menurut dia, justru cara seperti itulah bisa mencairkan suasana. ”Tidak akan membuat harga diri jatuh. Pada dasarnya kita ini sama saja. Yang membedakan hanya tanggung jawa saja. Saya menanggung amanah sebagai pemimpin, lalu yang lain sebagai karyawan. Sama-sama kerja, sama-sama ingin memajukan perusahaan,” pungkasnya. (*)
