Perpustakaan Berjalan, Cara Sopir Angkot di Bandung Kampanyekan Budaya Baca

Rute Leuwi Panjang-Soreang cukup menjemukan untuk dilalui hanya dengan duduk manis di angkot. Jaraknya memang tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 kilometer. Tapi, ada beberapa hal yang bisa membuat penumpang jenuh.

Pertama, bila dari Leuwi Panjang, rute angkot akan memutar agak ke utara menuju kawasan dekat pusat Kabupaten Bandung. Rute pun menjadi lebih panjang hampir 10 kilometer. Kedua, rute yang dilalui angkot Pian merupakan kawasan yang lalu lintasnya sering macet.

Jawa Pos sempat merasakan angkot Pian dari Terminal Soreang menuju Leuwi Panjang PP (pergi-pulang). Ternyata membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk satu jalur saja. Namun, saat beranjak dari Leuwi Panjang ke Soreang, waktu tempuhnya melonjak dua kali lipat menjadi lebih dari tiga jam. Sebab, jalanan macet.

Pada saat itulah buku-buku Pian bermanfaat. Para penumpang antusias membaca buku-buku yang disuguhkan. Kebetulan, angkot tersebut juga melewati sejumlah sekolah, SD hingga SMA. Para siswa SD biasanya mengincar komik, sedangkan siswa SMA memilih novel untuk dibaca. Sementara itu, ibu-ibu lebih suka buku-buku resep memasak.

Pian menuturkan, ide meletakkan perpustakaan mini di angkot itu berasal dari istrinya, Elis Ratna Sumilar. Kebetulan, Elis merupakan staf perpustakaan di SDN Cisalak, Bandung. Awalnya, sebagian buku di angkot itu merupakan hasil meminjam di perpustakaan SDN Cisalak dan UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Sebagian lagi merupakan koleksi pribadi Elis dan Pian. ”Tapi, setelah (perpustakaan angkot itu, Red) muncul di Facebook, banyak yang nyumbang,” lanjut Pian.

Elis memang memposting perpustakaannya itu di akun pribadinya dan sempat menjadi viral. Banyak netizen yang memuji langkah Pian tersebut karena dinilai inspiratif dan bermanfaat.

Hasilnya, penumpang mengapresiasi. Bahkan, gara-gara asyik membaca buku di angkot, beberapa penumpang sampai terlewat dari tujuan semula. ”Untungnya belum jauh,” kata ayah Zulfa Nisa Sophian itu.

Tidak jarang, penumpang yang biasa naik angkotnya me-request buku untuk dibawa Pian dalam perjalanan berikutnya. ”Biasanya saya ganti bukunya setiap empat hari. Bila buku yang dipesan ada, pasti saya bawa,” tuturnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan