Terserang Stroke, Tetap Gigih Mengajar

heru-ramayanto
AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN
TETAP MENGAJAR: Dari atas kursi roda, Heru Ramayanto tetap gigih mengajar anak didiknya di SMAN 1 Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Dia terserang stroke dan harus cuci darah rutin
0 Komentar

Dedi menceritakan, saat masih bisa jalan menggunakan tongkat, Heru selalu naik angkot dari rumahnya di Pabuaran. Padahal anak-anaknya sudah sukses, dan mampu untuk membelikan kendaraan roda empat bagi orang tuanya.

”Tapi Pak Heru itu orang yang sangat sederhana. Meski anak-anaknya sukses tapi dia tak ingin menjadi beban. Dia tidak mempunyai mobil dan lebih suka naik angkutan umum. Sekarang dia selalu diantar oleh anak bungsunya naik angkot. Benar-benar sikap yang harus ditiru oleh semua pendidik termasuk saya,” papar Dedi di ruang kerjanya didampingi Eti Roheti SPd MPd, Wakasek Bidang Kesiswaan, dan Moch Chaeri.

Satu hal yang membuat dirinya merinding yakni perkataan Heru yang sempat didengarnya langsung. Guru olahraga di sekolahnya itu ingin uang pensiun yang diterimanya nanti hasil dari keringatnya ketika mengajar.

Baca Juga:Triyono, Penyandang Disabilitas yang Bikin Layanan Ojek untuk Kalangan DifabelTommy Soeharto Ikut Tax Amnesty

”Pak Heru bilang, dia tetap mengajar dengan menggunakan kursi roda karena ingin uang pensiun yang akan diterimanya nanti benar-benar hasil dari keringatnya. Dia tidak mau menerima uang pensiun, tanpa melaksanakan tugasnya sebagai abdi masyarakat,” ujar Dedi dengan suara agak berat. (ags/rie)

 

0 Komentar