MES Jabar Dorong Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah

mess jabar
AHMAD TAOFIK/JABAR EKSPRES
 PENGHARGAAN: Ketua MES Jabar Zaenal Aripin (paling kanan) menyerahkan cinderamata kepada Kepala KPW Bank Indonesia Jabar Rosmaya Hadi (tengah) disaksikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar Jabar Islamic Economic Forum 2016 di gedung KPW Bank Indonesia Jawa Barat, Jalan Braga, Kamis (28/7).
0 Komentar

bandungekspres.co.id, SUMUR BANDUNG – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat terus mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah dengan berbagai kegiatan. Salah satunya, diskusi antara pelaku jasa keuangan dan para stakeholder-nya.

Ketua MES Jawa Barat Dr H Zaenal Aripin MSi mengatakan, diskusi merupakan sarana untuk menggali potensi ekonomi syariah. Pasalnya, para ahli, pengamatm akademisi serta praktisi bisa saling bertukar pandangan tentang perkembangan ekonomi syariah.

”Kami menggelar diskusi karena merupakan amanah muswil MES Jabar pada tahun 2016. Hal ini merupakan program kerja yang disusun pada raker, di mana terdapat satu program kerja mengkonsolidasikan seluruh stakeholder ekonomi syariah yang ada di Jawa Barat,” ujar Zaenal dalam sambutannya di acara  Jabar Islamic Economic Forum 2016 dengan tema ”Masa Depan Industri Keuangan Syariah dan Keseimbangan Makro Ekonomi Indonesia di Tengah Sistem Keuangan Global” di gedung Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Barat, Jalan Braga, kemarin (28/7).

Baca Juga:RATU Anandita Rutin Yoga hingga BersepedaKiat Merawat Anak Marcell Siahaan

Menurut dia, saat ini, perkonomian dunia tengah mengalami perlambatan, tidak terkecuali di Indonesia. Dengan event ini, diharapkan bisa mengakomodir seluruh stakeholder ekonomi syariah, sehingga menjadi sebuah wadah silaturahim dalam rangka membangun kekuatan ekonomi Islam yang lebih baik.

Diskusi ini juga dapat memetakan kekuatan ekonomi Islam di Jawa Barat. ”Kami ingin ada tugas bersama yang bisa dikerjakan oleh para stakeholder, sehingga tugas membumikan ekonomi syariah ini tidak dilaksanakan secara sendiri-sendiri. Kita harus meyakini bahwa kekuatan kolaborasi atau gotong royong sangat luar biasa dampaknya bagi perubahan lingkungan. Terdapat istilah sabilulungan, yang merupakan bahasa kebersamaan dan kolaborasi. Maka tidak ada salahnya jika program-program ekonomi syariah di Jawa Barat ini dilaksanakan dan dikerjakan secara bersama-sama,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kantor Wilayah Rosmaya Hadi mengungkapkan, di tengah perlambatan ekonomi global, justru sector ekonomi syariah, khususnya perbankan mengalami peningkatkan.

Menurut dia, kegiatan perbankan syariah pada triwulan kedua 2016 telah berhasil membukukan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar RP 27,4 triliun atau meningkat 16,4 persen (years on years/yoy) dibandung triwulan kedua 2015. Besarnya nilai DPK perbankan syariah tersebut menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan nilai DPK perbankan syariah terbesar kedua setelah DKI Jakarta dengan pangsa 11 persen terhadap total DPK perbankan syariah nasional.

0 Komentar