Zakat Pecahkan Permasalahan Sosial Ekonomi

zakat
IGUN RUCHYAT/BANDUNG EKSPRES
RAPAT KERJA: Bupati Bandung H. Dadang Mochammd Naser SH SIp MIP beri sambutan saat acara Halal Bihalal sekaligus Rapat Kerja MUI Kabupaten Bandung di Gedung Ormas Selasa (26/7)
0 Komentar

bandungekspres.co.id, SOREANG – Bupati Bandung H. Dadang Mohamad Naser SH SIp MIp mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung untuk sadar berzakat. Hal ini disampaikan Dadang pada Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung di Gedung Ormas Kabupaten Bandung belum lama ini.

”Jika dari 3,5 juta penduduk Kabupaten Bandung sadar berzakat, maka permasalahan sosial ekonomi akan bisa dipecahkan, termasuk pengembangan pendidikan dan kesehatan melalui zakat yang produktif,” ungkap Dadang.

Selain bisa memecahkan permasalahan tadi, zakat juga akan menumbuhkan rasa kemanusiaan dan meningkatkan amalan sosial. Kesadaran tersebut selain menjadi kewajiban umat muslim, juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga:Demokrat Bentuk Satgas Penelusuran Vaksin dan BPJS Kesehatan PalsuRobohkan Bangli di Daerah Lain

Bersamaan dengan itu, bupati juga berharap ada kaderisasi muda untuk ulama. Kehadiran ulama di antara masyarakat sangat berpengaruh bagi keberlangsungan umat.

”Saya berharap ada gerakan kaderisasi untuk ulama di Kabupaten Bandung. Ulama harus berwawasan dan berpengetahuan luas. Kalau perlu buat pesantren Sabtu Minggu untuk para kader, hadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya,” tambah Dadang.

Para kader yang dibentuk harus siap melangkah, selain untuk melakukan kontrol terhadap gerakan yang berkembang di masyarakat, juga untuk mengantisipasi paham-paham yang menyimpang. Selain itu, ada fungsi ulama yakni mengingatkan fatwa untuk masalah-masalah yang ada, seperti permasalah lingkungan saat ini.

”Harus dibentuk kaderisasi ulama dan satgas khusus atau tim kerja MUI, gerakan berfikir dan gerakan bertindak, gerakan dakwah membumi dan melangit, untuk menyisir gerakan-gerakan keagamaan yang menyimpang di masyarakat,” imbuhnya.

Terdapat empat pilar strategi pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan, yaitu ilmunya para ulama, kebijaksanaan para pemimpin, kedermawanan para agniya dan kesabaran serta doa kaum yang tidak mampu.

Bupati mengajak kepada seluruh elemen umat Islam, baik itu ormas maupun aktivitas agama islam lainnya. ”Untuk sabilulungan mewujudkan tatanan masyarakat yang beriman, bertaqwa, berpartisipasi dan bekerja keras dalam pembangunan,”  pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bandung KH Yayan Hasuna Hudaya menekankan, program prioritas MUI saat ini akan cepat tanggap terhadap hal-hal yang aktual dan fenomenal.

Baca Juga:Retribusi Sampah Mal dan Hotel MinimDaniel Mananta Menjadi Juri Entrepreneur

”Program MUI kali ini akan lebih peka terhadap hal-hal aktual fenomenal, yang tidak bisa ditangani pemerintah sendiri,” tegasnya.

0 Komentar