oleh

Pasar Belum Penuhi Standar,Usulkan Pembentukan Satgasus

bandungekspres.co.id, BATUNUNGGAL – Kebakaran besar yang melanda Pasar Aksara di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini, mendapat sorotan dari Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung. Pasalnya, kejadian serupa dapat menimpa pasar di wilayah ini, baik tradisional atau modern.

Sebelumnya, di Kota Bandung peristiwa serupa menimpa Pasar Induk Gedebage, Pasar Cijerah, dan Pasar Sederhana. ’’Kejadian tersebut harus menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua untuk sama-sama melakukan upaya pencegahan,” kata Kepala DPPK Kota Bandung Ferdi Ligaswara, kemarin.

Baca Juga:  Ini Tantangan Pembangunan "Silicon Valley Indonesia" Alias Bukit Algoritma

Saat ini kondisi pasar tradisional di Kota Bandung, diungkapkan Ferdi, banyak yang kurang ideal, terutama dalam penyediaan fasilitas pencegah kebakaran. Beberapa peralatan penting masih dianggap sepele dan diabaikan. ’’Mereka memang sudah memiliki alat, tapi sebatas untuk memenuhi persyaratan saja dan belum ideal sama sekali. Alat-alat pun hanya di beberapa titik saja, padahal seharusnya lebih banyak,’’ serunya.

Ferdi menyebut keberadaan alat pemadam api ringan (APAR), hydran, termasuk sprinkle, masih belum memenuhi standar yang sudah digariskan. Padahal sejumlah peralatan itu sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran besar.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Polri Gelar Operasi Ketupat 2021

’’Jangan menunggu hingga kejadian. Biasanya di pasar itu terjadi kebakaran hebat, dan itu berlangsung dalam hitungan detik. Dan pasar itu bisa terbakar di siang hari, apalagi malam saat ditinggalkan,’’ imbau mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga