Adityayoga, Sosok di Balik Logo HUT ke-71 RI

logo-HUT-RI-71
BAYU PUTRA/JAWA POS
OLAH RASA: Adityayoga memamerkan karyanya, Logo HUT Ke-71 Republik Indonesia
0 Komentar

Karena itu, pria yang kini juga menjadi dosen di IKJ tersebut selalu menekankan kepada mahasiswanya agar membuat desain dengan benar. Bukan desain yang bagus. Sebab, bagus tidaknya sebuah desain, akan sangat subjektif penilaiannya. Sedangkan membuat desain dengan benar akan mampu membawa perubahan di masyarakat.

Apa kuncinya? Riset. Aditya bercerita pernah diminta Japan Foundation membantu promosi produk usaha kecil dan menengah (UKM) di sebuah daerah di Jepang yang baru terkena tsunami. Aditya dan salah seorang rekannya lalu diminta tinggal beberapa waktu di Jepang untuk melakukan riset. Keduanya diajak berinteraksi dengan produsen, melihat proses pembuatan, dan menyaksikan semua hal yang berkaitan dengan produk UKM yang akan dipasarkan.

Desainer lantas diminta menganalisis persoalan yang ada untuk kemudian memberikan solusinya dalam bentuk desain. Hasilnya adalah sebuah desain yang mampu menjadi sebuah identitas.

Baca Juga:Insiden Galian Longsor Akibat LalaiCatatan Statistik Unik dan Menarik Selama Euro 2016

Untuk keperluan serupa pula kini ADGI diminta Bekraf membantu mendesain kemasan untuk produk-produk Indikasi Geografis. Yakni produk khas yang memang hanya ada dan tumbuh di daerah tersebut.

ADGI pun sedari awal sudah menekankan akan membantu, tapi dengan cara ADGI. Yaitu dengan mengirimkan desainer ke daerah yang terdapat produk Indikasi Geografis. Lantas berinteraksi dengan semua stakeholder terkait.

Tujuannya, sama seperti yang dilakukan Aditya di Jepang: menemukan permasalahan yang ada dan bisa mendesain solusinya. Desainer ADGI akan melakukan riset di daerah tersebut hingga tuntas persoalan yang dihadapi.

Dengan cara seperti itu, desainer jadi punya keterikatan yang lebih dalam daripada sekadar brifing. Metode tersebut juga akan memunculkan trust dari pemilik produk. Tidak sebatas menerima desain yang dibuat entah oleh siapa. Hubungan emosional antara desainer dan pemilik produk akan memperkuat produk bersangkutan.

Di antara hampir 40 produk Indikasi Geografis yang hak ciptanya terdaftar, ADGI pun mengusulkan sekitar 16 produk segera dibuatkan desain kemasan. Beberapa di antaranya adalah beras Krayan dan pala. Beras Krayan selama ini dijual di Malaysia dengan cara rebranding menggunakan merek Malaysia. Padahal, itu beras dari Kalimantan wilayah Indonesia yang memang ditanam di kawasan perbatasan.

0 Komentar