bandungekspres.co.id, LEMBANG – Memasuki bulan suci Ramadan, pemerintah daerah perlu mewaspadai masuknya gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para gepeng itu diduga terkoordinir dengan baik. Sebelum melakukan aksinya, para gepeng itu terlihat turun dari sebuah mobil minibus, tepatnya di perempatan Panorama Lembang.
Para gepeng ini melakukan aksinya di sekitar Pasar Panorama Lembang, dua pasangan dan seorang gepeng cacat fisik melakukan aksinya untuk mengemis kepada pengendara yang melintasi jalan di depan pasar. Bahkan, seorang gepeng yang memiliki cacat fisik, nampaknya didampingi oleh seorang joki lelaki, yang sengaja menunggu di depan pertokoan kemarin. Namun, saat hendak diwawancarai, para gepeng itu enggan berkomentar dan bahkan menghindar.
Menurut Rahman Sujai, 40, salah seorang pedagang di depan Pasar Panorama, jika sudah memasuki bulan Ramadan, aktivitas yang dilakukan gepeng meningkat. Tak heran, jika gepeng ini mudah ditemui terutama di sekitar pasar dan terminal untuk meminta-minta. ’’Buat pedagang ini sangat mengganggu. Apalagi mereka juga meminta-minta kepada para pembeli, kalau sama pedagang sudah pasti,’’ katanya.
Baca Juga:Bersyukur Sepanjang WaktuSelam Jabar Andalkan Dua Penyelam Marinir
Diungkapkannya, gepeng kiriman itu sudah biasa mangkal di depan Pasar Panorama selama Ramadan dan Lebaran. Selain itu mereka juga menyebar ke sejumlah titik keramaian di Lembang. ’’Harusnya pemerintah melakukan razia agar keberadaan gepeng ini dibersihkan. Sama saja dengan mengotori wilayah Lembang yang dikenal dengan kebersihan dan wisata alamnya,’’ tukasnya.
Bahkan, tersiar kabar, para gepeng kiriman itu menyewa sebuah kontrakan khusus. Dimana kontrakan itu dijadikan tempat berkumpul gepeng tersebut. ’’Katanya sih, mereka itu ngontrak di salah satu rumah milik warga. Tapi tidak tau dimana lokasinya,’’ ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Lembang Endang Hadiat mengaku belum mengetahui keberadaan para gepeng tersebut. Namun pihaknya akan segera melakukan pemantauan ke sejumlah titik yang diduga menjadi tempat beraksinya para gepeng tersebut. ’’Kami pastikan penyisiran dan penertiban terus dilakukan,’’ paparnya.
Dia menjelaskan, para gepeng itu merupakan kiriman dari daerah lain, yang sengaja di-drop di Kecamatan Lembang yang terkenal banyak tempat wisatanya. Pasalnya, selain memanfaatkan kebaikan orang di bulan puasa, Lembang juga banyak dikunjungi wisatawan dari daerah lain. ’’Tentu ini bakal mengganggu para wisatawan baik lokal maupun luar negeri yang datang ke Lembang,’’ pungkasnya. (drx/vil)
