oleh

Para Supplier Tanah Urugan Tol Seroja Mogok

”Dulu setelah pekerjaan selesai, kami berusaha menanyakan hak kami pada seorang pelaksana perusahaan tersebut. Tapi sangat di sayangkan, dia cuma bisa janji-janji tanpa ada kejelasan. Padahal, dulunya mereka janji melakukan pembayaran setiap dua minggu,” jelasnya.

Pembayaran yang macet ini, lanjut Haris, membuat dia dan supplier lainnya sepakat untuk menghentikan pekerjaan selanjutnya. Padahal, pekerjaan tahap dua yang diperoleh dirinya dan beberapa supplier ini merupakan pekerjaan utama.

”Kalau melihat seperti ini, kami tidak yakin pembangunan Tol Soroja selesai Agustus ini. Karena seharusnya, sekarang ini terus disuplay tanah urugan. Kami sebagai putra daerah tentunya sangat dirugikan,” katanya.

Hal ini, tutur Haris, menunjukkan ketidaksiapan kontraktor pemenang tender dan para subkontraktornya dalam menjalankan proyek nasional. Ketidaksiapan kontraktor dan subkontraktor tersebut, terjadi akibat mereka tidak memiliki dana talangan dan administrasi atau manajemen yang tidak baik.

”Kami akan meminta Bupati Dadang M Naser untuk memediasi kami dengan PT Tindodi Karya Lestari. Apalagi kabarnya pembayaran dari Pemkab Bandung sudah lunas. Semoga saja Pak Bupati bisa membantu kami para supplier ini yang merupakan para putra daerah,” paparnya. (yul/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.