oleh

Basna Minta Maaf ke Bobotoh

Menyikapi pertandingan, pemain asal Papua ini tak menampik jika tensi laga final Piala Bhayangkara sangat panas. Bagaimana tidak, kedua tim pasti tak ingin kalah untuk menyambut piala yang sudah ada di depan mata. Apa boleh buat, timnya hanya mampu lolos sebagai runner-up. ”Sebenarnya bukan emosi tapi tensi pertandingan tinggi dan partandingan kemarin sangat keras,” tegasnya.

Dia berharap, ke depan tak ada kesalahan nonteknis yang dapat merugikan timnya. Bagaimanapun, kekalahan di laga final ini menjadi pelajaran berharga bagi dia agar bisa lebih tenang di dalam pertandingan.

Kegagalan meraih kampiun ini dia sampaikan sebagai modal untuk mentas di kompetisi. Terlebih, Persib akan terlibat di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC), pertengahan bulan ini. ”Di situ kita bisa tahu punya kekurangan dan bisa diperbaiki untuk ISC,” ujarnya.

Melihat sambutan bobotoh di laga puncak Piala Bhayangkara, dia bertekad mempersembahkan trofi di ISC nanti. Menurutnya, Persib mutlak harus juara untuk membalas budi suporternya yang loyal.

“Kita semua senang, karena bobotoh banyak yang datang meskipun di Jakarta, kita sudah berjuang mungkin kita hanya kurang beruntung,” urainya.

Untuk diketahui, Persib Bandung rencananya akan mengikuti turnamen segitiga di Ciamis, pada 6 hingga 10 April mendatang. Pada gelaran itu, Persib akan bertemu dengan Surabaya United dan Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) sebagai tuan rumah.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga