Banjir Terjadi di 23 Provinsi

Banjir Baleendah
FAJRI ACHMAD NF. / BANDUNG EKSPRES
BERKELANJUTAN: Sejumlah kendaraan bermotor mencoba menerobos sejumlah ruas jalan yang terendam banjir di kawasan Baleendah, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu). Intensitas hujan yang terus-menerus mengakibatkan Sungai Citarum meluap
0 Komentar

Fuad menyebutkan, ada beberapa penyebab banjir terparah saat ini, salah satunya El Nino. Lalu, curah hujan dalam seminggu terakhir sangat tinggi. Selain itu, air laut pasang sehingga aliran dari hulu ke hilir tidak maksimal. Debit air sungai pun meningkat, bahkan ada yang meluap dan membanjiri rumah warga. ”Curah hujan pada Februari ini 400 milimeter hingga 500 milimeter,” sebut Fuad. Kondisi tersebut diperkirakan hingga dasarian (sepuluh hari) kedua Februari.

Fuad menyatakan, banjir mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar. ”Di Surabaya dan Sidoarjo sudah 40 ribu rumah lebih,” ungkap Fuad. Paling tidak, ada tujuh kecamatan di Sidoarjo yang terkena banjir parah.

Banjir Porong

Sementara itu, banjir di wilayah Porong hingga tadi malam belum kunjung surut. Jalur kereta api (KA) dari Surabaya ke arah Banyuwangi masih lumpuh. Air yang menggenangi rel di sisi timur Jalan Raya Porong, Kabupaten Sidoarjo, itu masih tinggi.

Baca Juga:Industri Elektronik Indonesia Masih AmanProyek BUTR Mulai Berjalan Tahun Ini

Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Suprapto mengatakan, tinggi genangan masih 9 cm hingga 56 cm. Pada posisi tersebut, kereta tidak berani melintas. Apabila KA dipaksakan melintas, dikhawatirkan terjadi korsleting. ”Karena itu, lintasan belum bisa dilewati,” ujarnya.

Dia menuturkan, PT KAI telah menyiapkan tiga skema untuk menghadapi genangan air tersebut. Pertama, pembatalan kebe­rangkatan kereta. ”Ada dua jenis kereta yang masuk skema pertama. Kereta Penataran rute Surabaya ke Sidoarjo dan Probowangi rute Surabaya ke Sidoarjo,” kata dia.

Untuk skema kedua, PT KAI menyediakan bus. Untuk tiga kereta, yang pertama KA Mutiara Timur rute Surabaya-Banyuwangi, dari Surabaya ke Bangil penumpang menggunakan bus, lalu dari Bangil ke Banyuwangi menggunakan kereta. Kedua, KA Bima relasi Malang-Surabaya-Jakarta. Dari Malang ke Surabaya dan rute sebaliknya, digunakan bus.

Lalu, dari Surabaya ke Jakarta menggunakan kereta api. KA ketiga yang menggunakan skema kedua adalah KA Jayabaya rute Malang-Jakarta yang melintasi Surabaya. Dari Malang ke Surabaya dan sebaliknya, digunakan bus. Lalu, dari Surabaya ke Jakarta, digunakan kereta api.

Kemudian, pada skema ketiga, dua kereta tujuan Jawa Tengah, Purwokerto, PT KAI mengalihkan rute perjalanan. ”Kereta Logawa dan Sritanjung. Keduanya dari Jember langsung dialihkan ke Bangil, berbelok ke Malang, menuju Kertosono, lalu lanjut ke Jawa Tengah,” tutur Suprapto.

0 Komentar