Gratiskan Pengunjung yang Baca Alquran Dua Juz

Ricky Irawan
BAYU PUTRA/JAWA POS
SETOR HAFALAN: Ricky saat menemani seorang pembeli membaca Alquran Sabtu (30/1). Meski sudah digratiskan namun pembeli tetap iklas membayar.
0 Komentar

Meski promosinya adalah makan gratis, hampir semua pelanggannya memilih tetap membayar. Mereka memang setor dua juz, tapi setelah makan tetap ingin membayar kendati awalnya ditolak Ricky. Itu pula yang membuat para pembeli biasanya langsung akrab dengan Ricky. ”Apalagi, saya ini tipikalnya ceplas-ceplos kalau bicara, he he he,” ujar pria yang berulang tahun setiap 7 September tersebut.

Ricky mengatakan, jiwa bisnisnya tumbuh lewat seminar. Dia berhenti sekolah saat kelas I SMA. Belakangan, untuk mendapatkan ijazah, dia mengikuti ujian persamaan. ”Ayah saya cuma berpesan satu ketika saya cerita mau berhenti sekolah, berusahalah yang tekun,” katanya.

Akhirnya Ricky pun rutin mengikuti seminar wirausaha. Mulai yang gratis hingga yang biayanya jutaan rupiah. Ilmu yang didapat dari berbagai seminar itulah yang lantas dia serap betul untuk mengembangkan usaha.

Baca Juga:Jessica Terindikasi Gangguan JiwaEks Gafatar Tak Sebatas Menampung

Inovasi-inovasi bisnis kuliner pun lahir dari tangannya. Terutama setelah dia menyadari bahwa passion bisnis dia ada di makanan. Contohnya adalah sale pisang beraneka rasa. ”Saya berani mengklaim itu saya dan bapak saya yang pertama membuat, tahun 2001.”

Kemudian, Ricky membuat burger jagung dan sempat menghasilkan 18 gerai. Dia juga menularkan ilmu bisnisnya itu ke sang istri Astri Sriwijayanti sejak mereka masih berpacaran. ”Kalau pas saya salah jalan, dia yang mengingatkan karena sudah punya ilmunya,” ucap Odoy tentang istrinya yang kini berprofesi sebagai desainer motif kain tersebut.

Untuk anak-anak muda yang juga tertarik berwirausaha, Ricky mengingatkan agar tidak mudah menyerah. Juga selalu melibatkan Allah. ”Sebagian anak muda sekarang maunya booming, lalu ketika rugi sedikit menyerah,” katanya.

Ricky mencontohkan usahanya saat ini, yang tidak selalu berbuah keuntungan. Tapi, dia konsisten dan tetap mempertahankan usahanya itu karena yakin akan sukses. Dia menggunakan pengalamannya berdagang mulai 1997 sampai bangkrut di 2015.

Karena itu, saat ini Ricky juga sedang merintis business corner pagi para pemuda di komunitasnya yang ingin berwirausaha. Mereka yang belum memiliki usaha masuk ke creative corner dulu untuk dididik dan diinkubasi sampai matang. Setelah itu barulah mereka masuk ke kelas business corner.

0 Komentar