Gratiskan Pengunjung yang Baca Alquran Dua Juz

Ricky Irawan
BAYU PUTRA/JAWA POS
SETOR HAFALAN: Ricky saat menemani seorang pembeli membaca Alquran Sabtu (30/1). Meski sudah digratiskan namun pembeli tetap iklas membayar.
0 Komentar

Menurut pria yang akrab disapa Odoy tersebut, selama ini Alquran hanya dibaca di tempat-tempat terbatas. Sangat jarang ada yang membacanya saat berada di warung atau restoran. Atau ketika berkumpul dengan kawan di luar masjid.

Odoy mengaku pernah beberapa kali membaca Alquran di pusat-pusat keramaian tempat anak muda nongkrong. Pandangan orang-orang sekitar pun langsung aneh. ”Dari situ saya berpikir mengapa tidak difasilitasi saja sekalian,” ucapnya.

Konsep itu langsung disambut baik oleh kawan-kawan di komunitasnya. Ada yang meminjamkan mobil untuk usaha. ”Saya memang sebenarnya tidak punya modal,” ungkapnya.

Baca Juga:Jessica Terindikasi Gangguan JiwaEks Gafatar Tak Sebatas Menampung

Itu terjadi setelah Ricky mendapat ujian cukup berat hampir setahun lalu. Usaha oleh-oleh khas Bandung yang digelutinya bangkrut total karena persoalan pinjaman modal dari bank.

Cabang-cabang usahanya pun harus tutup. Padahal, dia harus melunasi utang. Beban tersebut membuat berat badannya langsung anjlok 13 kilogram. Di tengah keterpurukan itu, dia akhirnya memilih melampiaskan emosi dengan bermain skateboard. ”Karena main skateboard kan tidak perlu keluar uang,” kenang pria kelahiran Bandung tersebut.

Ricky lalu melihat sejumlah kawan mulai aktif mengikuti kegiatan di masjid. Karena diajak, dia pun akhirnya ikut dan mengikuti pengajian yang kala itu temanya mengenai akhir zaman.

Pengajian tersebut menyadarkan Ricky untuk lebih dekat dengan Tuhan. Akhirnya dia memutuskan untuk mengabdi di masjid. Dia membantu mengurus keperluan di sana. Termasuk konsumsi untuk buka puasa di bulan Ramadan maupun setiap pengajian.

Sampai akhirnya dia mantap bangkit kembali untuk berdagang. Dukungan dari kawan-kawan pun mengalir. Terlebih setelah Odoy membuat konsep dagang unik tersebut.

Hampir setiap hari menjelang sore, kecuali Minggu, Odoy membuka usahanya di Jalan Lapangan Supratman, Bandung. Setiap kali berjualan, dia tidak membawa makanan dalam jumlah besar. Rata-rata dalam sehari Odoy menyediakan 50-60 porsi makanan dengan jumlah menu 15 sampai 20. Harga makanannya berkisar Rp 6-15 ribu. ”Hari ini (Sabtu lalu, Red) saya bawa 17 menu. Di antaranya tongkol, kacang merah, cumi, terong balado, dan kari tahu,” katanya.

Ricky selalu mengajak Kian, sang putra yang masih berusia enam tahun, untuk ikut berjualan. Tentunya setelah dia pulang dari sekolah di sebuah TK. Kian mendapat tugas menyediakan air putih bagi para pembeli yang makan di warteg. Pelibatan Kian memiliki alasan khusus. ”Saya ingin menanamkan mental wirausaha pada dia sejak dini,” ucapnya.

0 Komentar