oleh

Proyek Kereta Cepat Kemahalan

[tie_list type=”minus”]Wapres Klarifikasi Dubes Tiongkok[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung seolah tak putus dirundung kontroversi. Setelah dipermasalahkan karena izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang belum tuntas, kini proyek itu dinilai kemahalan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui, dirinya sudah mendapat informasi mengenai nilai proyek yang dikerjakan kontraktor asal Tiongkok itu dianggap terlalu mahal. Karena itu, dia pun memanggil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng untuk meminta klarifikasi terkait hal tersebut.

Baca Juga:  Cerita Relawan Nakes Covid-19 di Bandung yang Tiga Bulan Tidak Digaji

”Saya tadi sampaikan ke Dubes Tiongkok untuk verifikasi dan dia janji untuk itu (memverifikasi),”’ ujarnya usai bertemu Xie Feng di Kantor Wakil Presiden kemarin (28/1).

Informasi terkait terlalu mahalnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu didapat dari data proyek sama di Iran yang juga dikerjakan oleh China Railway Engineering Corporation, kontraktor sama yang menggarap proyek di Indonesia. ”Makanya kita tanya,” kata JK.

Baca Juga:  Jaksa Hadirkan Saksi Ahli dalam Sidang HRS Perkara Tes Usap RS UMMI

Sebagai perbandingan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berjarak 140 kilometer diperkirakan menelan biaya investasi hingga USD 5,5 miliar (setara Rp 76 triliun). Adapun proyek yang sama di Iran dengan panjang rute 400 kilometer hanya menelan investasi USD 2,73 miliar. Proyek itu juga diperkirakan selesai pada 2018, sama dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga