Indonesia Waspada Persebaran Virus Zika

Indonesia Waspada Persebaran Virus Zika
0 Komentar

[tie_list type=”minus”]Pernah Serang Jambi dan Jakarta, Vektornya Nyamuk[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Virus Zika sedang menggegerkan publik dunia. Sebab, muncul dugaan, virus itu mengakibatkan banyaknya kasus mikrosefali, cacat pertumbuhan otak, di Brasil. Masyarakat Indonesia tetap perlu waspada, tapi jangan panik. Sebab, virus Zika tahun lalu ditemukan menginfeksi warga Jambi.

Penemuan virus Zika di Jambi itu diungkapkan Direktur Lembaga Eijkman Prof Amin Subandrio. Tahun lalu lembaga riset di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) itu mengumumkan berhasil mengisolasi virus Zika.

Baca Juga:Proyek Kereta Cepat KemahalanEmil Baru Putuskan Bersaing di Jakarta Juni

Guru besar Fakultas Kesehatan (FK) Universitas Indonesia tersebut menceritakan, Eijkman sukses mengisolasi virus Zika karena berhasil menemukan keberadaan virus itu. ”Ceritanya sedikit panjang,” jelasnya.

Amin menuturkan, pada periode Desember 2014 sampai April 2015, terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di Jambi. Banyak orang terserang penyakit DBD di Jambi saat itu. Kemudian, Eijkman mendapat kiriman 200-an sampel dari Jambi untuk diperiksa lebih dalam.

Hasil pemeriksaan itu, ada 103 sampel yang dinyatakan negatif DBD maupun chikungunya. Setelah dilakukan penelitian lebih dalam, ternyata ditemukan satu sampel yang positif terinfeksi virus Zika. ”Penderitanya berusia sekitar 27 tahun, berjenis kelamin laki-laki,” kata mantan deputi di Kemenristek (sebelum berganti jadi Kemenristekdikti) itu.

Wakil Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB Papdi) Ari Fahrial Syam menga­takan, banyak sekali sumber literatur yang merekam sejarah keberadaan virus Zika di Indonesia.

Laporan kasus infeksi virus Zika di Indonesia muncul lagi pada 2013. Ari mengatakan, ada warga negara Australia yang positif terinfeksi virus Zika setelah berkunjung ke Jakarta selama sembilan hari. ”Yang terbaru rilis dari Eijkman, mereka berhasil mengisolasi virus Zika pada 2015,” terangnya.

Kepala Subdirektorat Surveilans dan Respons Kejadian Luar Biasa Kemenkes Ratna Budi Hapsari mengatakan, kewaspadaan pada virus itu sudah dilakukan lama. Pasalnya, sudah ada beberapa kasus diduga akibat serangan virus Zika yang terjadi di Indonesia.

”Tapi, memang sangat jarang. Tidak pernah sampai ada kejadian luar biasa dan kebanyakan tidak sampai di rumah sakit (pengobatannya, Red),” tuturnya saat ditemui di kantor Kemenkes kemarin.

0 Komentar