Sebuah Komedi Kabaret Persembahan dari Kolaborasi Emas Bosmat Sevacter dan Pidi Baiq tentang Bandung, Jatinangor dan rasa yang Tak Sempat Terucap
Sinopsis
Bandung, 1997. Di sudut kelas yang penuh coretan, Doa—si anak lelaki lusuh yang hanya berani bicara lewat gambar—menyimpan satu rahasia besar: ia jatuh cinta pada Gadis, sang primadona sekolah. Namun, sebelum kata sempat terucap, takdir memaksa mereka melangkah ke arahyang berbeda.
Doa bertahan di jantung kota (ITB), sementara Gadis harus berkelana ke pinggiran Jatinangor (UNPAD). Jarak yang terlihat dekat di peta, ternyata menjadi labirin emosi yang penuh lika-liku.
Baca Juga:Cara Kerja Aplikasi AMG Patheon Hasilkan Profit Untuk Anggotanya, Benarkah Aman?9 Minuman Sehat yang Ampuh Atasi Darah Tinggi, Bisa Jadi Terapi Alami
Tahun 2026 ini, Bosmat Sevacter kembali menggebrak panggung! Mengambil inspirasi dari karya legendaris Pidi Baiq, kami sajikan sebuah pertunjukan kabaret penuh warna, komedi segar, dan drama yang mengiris hati.
Tentang Bosmat Sevacter
Berakar dari semangat teater sejak tahun 1985 di SMA Negeri 7 Bandung, BOSMAT (Bocah-Bocah SMA Tujuh) telah berevolusi menjadi ikon kabaret di Kota Kembang.
Melintasi berbagai zaman, Bosmat terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai penghibur panggung yang autentik.
Perjalanan besar Bosmat diperkuat di bawah arahan tangan dingin Dimasta dan Argin Hasta (P-Project) sejak 2003, yang membawa warna parodi segar dan jam terbang tinggi hingga ke panggung nasional.
Memasuki tahun 2022, tongkat estafet kepelatihan dilanjutkan oleh Tatan Oscar, yang juga menaungi SEVACTER (SMP Negeri 7 Bandung).
Kolaborasi lintas generasi antara SMA dan SMP ini melahirkan kekuatan baru yang dominan. Kini, BOSMAT SEVACTER tidak hanya dikenal sebagai tim kabaret nomor satu di Bandung, tetapi juga magnet panggung di Jawa Barat yang setiap penampilannya selalu dinantikan oleh ribuan pasang mata.
Awal Mula Ide Pagelaran “SUDAH JANGAN DI JATINANGOR”
4 Dekade Berkarya, Satu Panggung Legendaris Setelah sukses memukau publik lewat deretan karya ikonik seperti Ada Gajah di Atas Langit (2016), Wak Golok (2018), hingga fenomena Legenda Sangkuriang (2025), Bosmat Sevacterkembali membuktikan eksistensinya. Bertepatan dengan perayaan Anniversary ke-40, tahun 2026 menjadi momentum kembalinya energi kreatif kami setelah sempat vakum selama dua tahun dalam pagelaran.
