Tes Sepang Tiga Hari Lagi

jorge
TES SIRKUIT: Pebalap MotoGP Jorge Lorenzo melakukan pemanasan jelang pertandingan, dalam waktu dekat ini.
0 Komentar

Baik Honda maupun Yamaha memang tidak bisa lepas dari karakter motor mereka. Wakil Presiden Honda Racing Corporation (HRC) Shuhei Nakamoto awal musim lalu mengatakan, timnya sudah membangun motor yang lebih mudah dikendalikan seperti karakter YZR-M1. ’’Tapi waktu dijajal, baik Marc (Marquez) dan Dani (Pedrosa) tidak menyukainya,’’ katanya.

Tapi RC213V musim lalu memang kelebihan power. Di saat yang sama motor semakin sudah dikendarai. Bukan cuma rider top macam Marquez yang belingsatan harus pindah ke chassis lama untuk mendapatkan ritme balapnya kembali. Tapi Scott Redding, yang musim lalu membela Marc VDS, sampai memutuskan hengkang ke Pramac karena frustasi dengan RC213V.

Motor yang membawa Marquez menjuarai MotoGP dua musim beruntun itu seperti kuda liar musim lalu. HRC mengaku sudah menemukan solusinya, tapi aturan engine freeze selama semusim membuat mereka tidak bisa berkutik. Dan begitu arah pengembangan mesin ditemukan, mereka harus berbelok karena ada urusan yang lebih penting. Mengejar defisit power karena harus beradaptasi dengan perubahan ECU. Menarik melihat RC213V yang baru nanti mengaspal?

Baca Juga:Sepak Takraw Kunci Tiket PONAzarenka Tunduk di Tangan Kerber

Di kubu Yamaha, Rossi dan Lorenzo sudah menitip pesan kepada mekanik untuk menambah top speed. Meski dominan di musim lalu sudah menjadi mahfum bahwa power mesin Yamaha kalah dengan para rivalnya. Sebagai komparasi saja top speed yang dicatat rider Ducati Andrea Iannone di balapan penutup di Valencia tahun lalu adalah 335,9 kilometer per jam. Sedangkan pembalap terbaik Yamaha di balapan tersebut Rossi membukukan top speed 323,7 kilometer per jam.

’’Kami akan mencoba meningkatkan sedikit saja top speed di trek lurus karena tahun lalu cuma di sana kelemahan kami,’’ kata Rossi saat peluncuran motor 2016 di Barcelona pekan lalu. Pendapat itu diamini Lorenzo.

Sedangkan Ducati yang memang powerful memilih untuk mempertahankan karakter tersebut. Dengan perombakan besar-besaran yang terjadi di Desmosedici GP15 motor pabrikan Italia itu memang jauh lebih mudah dikendalikan.

Iannone juga enggan power mesinnya dikepras. Jadi mereka memilih menyasar memperbaiki sisi aerodinamika dan bemain-main dengan winglet untuk membuat motor lebih lincah. Semua penggila MotoGP menunggu seperti apa bentuk GP16 nanti.

0 Komentar