Uji Coba Jadi Obat Penghilang Bosan

persib-ujicoba
KHAIRIZAL MARIS/RADAR BANDUNG
LEWATI PEMAIN LAWAN: Pemain Persib Bandung berebut bola dengan pemain tim SSB Uni pada pertandingan uji coba di Lapangan Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (18/12).
0 Komentar

bandungekspres.co.id– Persib Bandung belum memutuskan ambil bagian di kompetisi manapun pasca kandas di Piala Jendral Sudirman. Meski demikian, namun para penggawanya tetap menjalani latihan sekalipun hanya tiga kali dalam satu pekan.

Hal ini bisa terlihat dari adanya laga uji coba di setiap minggunya. Terdekat, skuat Djadjang Nurdjaman akan menjajal tim lokal asal Tangerang, Jumat (25/11) mendatang.

Bek Persib Jajang Sukmara mengaku mengapresiasi kebijakan itu. Dia bahkan tidak menampik terselimuti rasa bosan bila sekadar berlatih tanpa diuji dalam sebuah laga.

Baca Juga:F1 Hanya Milik Mercedes dan FerrariBantah Rumor, MotoGP di Indonesia Tetap Jalan Terus

”Karena kalau dalam seminggu latihan terus kan anak-anak bosan, dengan adanya uji coba kan bisa jadi obatnya,” tuturnya.

Menurut Jasuk -sapaan dia-, lebih ideal bila timnya melakukan sejumlah laga melawan tim lokal yang berada di Jawa Barat, sambil menggelar tur.

Kegiatan itu, tak melulu sebagai antisipasi rasa bosan. Setidaknya bisa jadi ajang hiburan bagi para bobotoh yang rakus menonton Persib bertanding. ”Lebih bagus kalau kita tur keluar kota, keliling Jawa Barat,” jelasnya.

Selain pembentukan performa, latihan yang dilakoni Maung Bandung, tak ubahnya sebagai bentuk tanggung jawab. Mengingat para pemainnya masih terikat kontrak hingga akhir Januari 2016 mendatang. Hanya tersisa sekira satu bulan sebelum kontrak habis, pemain asal Soreang, Kabupaten Bandung ini tak menampik sedikit risau.

”Ada juga perasan kebingungan habis ini mau gimana? Kecuali kalau kompetisi, maka ada titik terang,” ujarnya.

Jasuk juga membeberkan belum mengetahui informasi kelanjutan nasibnya bersama Maung Bandung selepas kontrak. Hingga kini, dia belum ada komunikasi kembali dengan pihak manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). ”Sejauh ini belum ada (komunikasi), kemungkinan manajemen juga menunggu dari pemerintah juga atau PSSI,” katanya.

Ya, belum adanya kompetisi yang jelas, jadi alasan Jasuk kian gundah. Jika tak ada cara lain, dia membeberkan bisa jadi akan terlibat kembali pada turnamen antar kampung alias tarkam.

0 Komentar