Sebaliknya, JK mengkritisi keputusan Golkar yang menunjuk Setya Novanto untuk menduduki posisi ketua Fraksi Golkar di DPR. Sebab, menurut dia, Setnov sudah terbukti dinyatakan melanggar etika oleh Mahkamah Kehormatan Dewan dalam kasus Papa Minta Saham. ”Persepsi publik sudah demikian kuat. Kalau begini, maka pasti sulit Golkar mendapat kepercayaan rakyat,” ucapnya. (bay/owi/end/rie)
Setnov Pamitan dan Minta Maaf
