[tie_list type=”minus”]BKM Banyusari Mandiri Gelar Pelatihan Metode Pengajaran[/tie_list]
bandungekspres.co.id– Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Perhimpunan Banyusari Mandiri Desa Banyusari Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung menggelar pelatihan skill mengajar bagi guru pendidikan anak usia dini (Paud). Para guru dari Madrasyah Diniyah Takmiliyah itu dilatih selam satu hari.
Hal tersebut dilaksanakan sebagai, bagian dari bentuk nyata program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). ”PNPM memiliki program jangka panjang dalam tiga bidang, diantaranya pembangunan Infrastruktur kewilayahan, bantuan ekonomi bergulir dan bidang sosial,” jelas A.Mulyana Kordes Banyusari kepada Soreang Ekspres , pekan kemarin (5/12).
Menurutnya, keberadaan guru madrasah memiliki peran terdepan dalam membentuk sifat, sikap dasar, pengetahuan dan kemampuan anak didik. Sehingga para guru ini perlu dicarikan metode sebagai bekal dalam mengajar.
Baca Juga:Gunakan Speed GunDeadline Divestasi Freeport 14 Januari
”Karena keterbataan pendidikan dan pengetahuan Para asatidz/guru MDT, pihaknya menggelar pelatihan skill mengajar. Dengan diberikan wawasan baru, metode mengajar nantinya dapat dicerna anak didik. Sehingga, Para pengajar akan merasa nyaman serta menikmati pengabdian dalam mentrasnper ilmu pengetahuan khususnya ke Islaman,” tuturnya.
Sementara itu, H.Agus Dinar bersama Mohammad Muslim dan Asep Mahfudz Nara sumber kegiatan pelatihan skill menjelaskan, dengan diberikan pemahan tentang beberapa pengetahuan semoga semangat cinta mengajar dan mendidik semakin tumbuh di kalangan guru MDT.
”Sehingga dalam keseharian melaksanakan kegiatan mengajarnya tidak membuat anak didik bosan atau tidak dapat menyerap ilmu pengatahuan,” kata Dinar.
Selain Hal itu, Para guru MDT dibekali kemampuan mengelola dan mengoptimalkan organ otak dengan metode senam otak. Karena dari otaklah segala bentuk ilmu pengetahuan bisa dieksplorasi.
Harapan dilaksanakannya pelatihan guru MDT tersebut, dapat menghasilakan generasi yang lebih baik dengan memenuhi nilai efektif, kognitif dan psikomotorik khususnya penguasaan ajaran keagamaan anak.
”Dengan maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut, bisa memberikan pelatihan kepada para guru MDT untuk mengatasi permasalahan pada anak didik yang susah hapal dan cepat lupa dengan alternatif metode pengajaran. Kami berharap bagi anak didik yang di bawah naungan BKM Banyusari bisa cepat hapal dan susah lupa, sebab metode yang diberikan sesuai dengan tata cara mengajar yang baik. Juga, Para guru Akan menambah pengetahuan dan pengalaman serta semangat mendidik yang lebih baik,” pungkasnya. (gun/asp)
