Mereka ODHA, Mereka Menolong ODHA

Problem lainnya ada pada ODHA Lapas Banceuy yang akan bebas. ”Ada namanya prerelease buat mereka. Kami koordinasi langsung dengan semua pihak, termasuk keluarga yang bersangkutan,” urainya.

Sebab, warga binaan Lapas Banceuy tidak hanya berasal dari Bandung dan sekitarnya, tetapi juga dari kota-kota lainnya. Untuk itu, sangat diperlukan koordinasi untuk meminimalkan dampak negatif berikutnya.

Selain sharing, para buddies tersebut menjadikan diri mereka sebagai contoh berbagai program untuk ODHA. Jerry dan Dehan, misalnya, sukses menjalankan program PMCT (Preventing Mother to Child Transmission).

Dengan program itu, orang tua yang HIV positif bisa meminimalkan calon anak mereka sehingga tidak terdampak HIV positif. ”Saya dan istri sama-sama HIV positif. Syukur, dengan program tersebut anak kami akhirnya negatif,” ujar Jerry.

Dehan menjelaskan bahwa kuncinya adalah melakukan prosedur dengan benar plus konsultasi dengan dokter. ”Dalam hal ini kami saling support buat rekan ODHA yang lain untuk menjalankan hal yang sama,” kata dia.

Mereka pun berharap Hari HIV/AIDS Sedunia yang berlangsung kemarin bisa menjadi momentum perubahan buat semua pihak. ”Orang ODHA sama seperti masyarakat yang lain. Kami punya keinginan untuk berubah dan itu akan terwujud dengan dukungan semua pihak.”

ODHA tetap orang merdeka yang punya hak dan kewajiban seperti warga negara lainnya. Karena itu, mereka mengharapkan pemerintah bisa berlaku adil. Agar Indonesia bisa seperti yang tergambar dalam tagline Rumah Cemara: Indonesia Tanpa Stigma. (*/c9/ttg/rie)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan