Somasi tersebut ditanggapi oleh Staf Khusus Kementerian Perhubungan Hadi M Djuraid yakni pernyataan Jonan pekan lalu itu tidak ada yang mengatakan bahwa Rusdi ingin Bandara Budiarto ditutup. Jonan hanya menjelaskan bahwa proposal Bandara Lebak ditutup karena mengganggu ruang udara Bandara Budiarto.
”Dia juga berujar silahkan saja ditutup jika Rusdi Kirana menjadi menteri perhubungan. Tapi, Pak Menhub sama sekali tidak menyatakan bahwa Rusdi ingin menutup bandara tersebut. Dalam pernyataan itu, Menhub sama sekali tidak ada maksud mendiskreditkan Rusdi,” terangnya.
Terkait penolakan proposal, Hadi menganjurkan agar Rusdi mencoba mencermati kembali proposal final yang diajukan oleh Lion Air Group. Pasalnya, pihaknya sudah memberikan kesempatan agar pihak pengaju mengubah denah agar tidak mengganggu operasional bandara eksisting. Namun, sampai saat akhir pun pengaju sama sekali tidak mengubah skema dan tetap meminta ruang udara dari pelatihan pesawat Bandara Budiarto.
Baca Juga:Menikmati Keindahan Air Terjun Giwe MarahaiKBB Ancam Cabut Izin 10 Perusahaan
”Jangan-jangan, Pak Rusdi tidak tahu isi proposal terakhir yang diajukan. Kami sudah beberapa kali memanggil dan meminta kajian komprehensif arah runway supaya tak menggangu ruang udara. Tapi, isi kajian tersebut juga masih sama,” terangnya.
Sebelumnya, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengaku telah memberikan keputusan final untuk menolak proposal Bandara Lebak setelah rapat pada 12 November. Menurutnya, dengan potensi frekuensi yang cukup padat, keberadaan Bandara Lebak jelas bisa menurunkan aktifitas pelatihan calon pilot di Bandara Budiarto.
”Kami sudah memberikan kesempatan agar pihak pengaju bisa meyakinkan kami. Tapi, sampai saat terakhir pun mereka masih belum bisa meyakinkan bahwa ruang udara lainnya tidak terganggu. Karena itu, kami putuskan menolak proposal tersebut. Kami akan menawarkan wilayah lain seperti Karawang,” ungkapnya. (bil/asp)
