Itu belum termasuk Karim Benzema yang masih fifty-fifty kondisinya. Benzema tetap ada dalam susunan pemain yang dibawa Real ke Paris. Kendati, posisinya kemungkinan besar akan jadi milik Jese Rodriguez yang tengah on fire setelah mencetak gol ke gawang Levante akhir pekan lalu (17/10). ”Kami tetap harus waspada,” cetusnya.
Baik PSG ataupun Real masih belum kebobolan dalam dua pertandingan pertama Grup A. Namun, apabila mengaca dari performa Real sepanjang delapan jornada pertamanya, sisi kiri pertahanan yang harus dieksplorasi para penggawa PSG. Sebab, Marcelo yang biasa menjaga sisi itu sering naik membantu serangan.
Apalagi jika Benzema absen, maka Ronaldo yang ada di sisi kiri akan bermain lebih ke tengah. Sehingga, akan ada posisi lowong antara Mateo Kovacic dan Marcelo yang bisa dijelajahi sisi kanan PSG. Statistik Whoscored menyebutkan, sisi kanan serangan PSG selama ini lebih dominan dengan 37 persen.
Baca Juga:Resmi Tahan Pejabat Distan JabarElpiji 5,5 Kg Tak Lebih Rp 70 Ribu
Di sisi kanan itulah, PSG bisa mengandalkan kemampuan pemain rekrutan barunya dari Manchester United, Angel Di Maria. Sejauh ini, Di Maria sudah berkontribusi dengan 3 gol dan tiga assists bagi PSG dari delapan caps-nya di Ligue 1 dan Liga Champions. Ini akan jadi bentrok pertama Di Maria dengan Real sebagai mantan klubnya.
Kapten Thiago Silva menilai keberadaan Di Maria menjadi pembeda kekuatan PSG pada musim ini dan musim lalu. ”Kualitas fisiknya hebat, dan punya kemampuan memberikan assists yang bagus, sama bagusnya dengan kemampuannya mencetak gol. Di Maria bakal membuat PSG lebih baik lagi,” pujinya.
Konfidensi tinggi PSG dinilai tidak sebanding dengan modal compang-camping El Real. Itulah makanya yang membuat bursa judi di Eropa lebih mengunggulkan tiga angka milik tuan rumah. Kalaupun ada kejutan, seri menjadi hasil terbaik bagi Real. Meskipun begitu, Edinson Cavani mengingatkan timnya akan kejutan dari Real.
Terbukti, selama di La Liga modal komposisi compang-camping tetap tidak berdampak pada Real. Posisi puncak klasemen sementara tanpa terkalahkan jadi indikasinya. Dikutip dari Marca, Cavani menyebut siapapun pemain yang dipasang Benitez di posisi tengah ke depan tetaplah berbahaya.
