Ketika tiba di markas Specialized Jumat pagi itu, kami disambut oleh Chris Riekert, PR Manager yang juga marketing manager untuk produk road.
Suasana lobinya menarik. Ada “museum”, tempat dipajangnya banyak produk bersejarah perusahaan. Di sana, ada sebuah sepeda lama lengkap dengan ”gerobak” di bagian belakang. Itu adalah sepeda milik Mike Sinyard dulu ketika mengawali usaha.
”Perusahaan ini dulunya importir komponen sepeda. Mike Sinyard ke Italia, lalu bertemu dengan pemilik Cinelli, lalu mendatangkan produk-produknya ke Amerika. Dia berjualan dengan cara bersepeda di kawasan Bay Area (California Utara, Red), keliling mengunjungi toko-toko sepeda dan mengantarkan barang-barang yang dia jual,” jelas Riekert.
Baca Juga:H.Nindin Dian Suarsa Terpilih sebagai Forum Kopkar BCAJadwal Neraka Real
Sebelum tur markas, harian ini (Azrul Ananda dan Yudy Hananta bersama cyclist lain Indonesia, John Boemihardjo dan Ferry M. Lobis), diajak dulu ke kafetaria. Ikut makan dulu bareng karyawan lain.
Kebetulan, pagi itu perusahaan bagi-bagi kaus dan bidon (botol minum) bergambarkan Peter Sagan, bintang Slovakia yang pada 27 September lalu merebut juara dunia road race 2015 naik sepeda Specialized.
Timing kami benar-benar pas, karena kami juga boleh mengambil kaus dan bidon yang disediakan! Eksklusif, tidak untuk dijual.
Tidak lama, kami pun menuju tempat paling penting bagi Specialized saat ini. Kami berjalan sekitar 200 meter ke bangunan lain. Di sanalah WIN Tunnel berada.
Di tempat makan kami dijemput oleh Chris Yu, aerodynamics R&D engineer Specialized, orang yang bertanggung jawab atas operasional terowongan angin tersebut.
Pria lulusan Stanford University (Ph.D) itulah yang akan memberi kami penjelasan, menjawab segala pertanyaan, selama di wind tunnel.
Bangunan itu dicat hitam. Logo ”S” Specialized juga berwarna hitam. Dan di depannya ada bendera hitam dengan logo “S” putih. ”Seperti bajak laut,” celetuk Chris Yu.
Baca Juga:Krisis Amunisi Jelang DerbyTuchel Pulang Kandang
Kami bukanlah orang Indonesia pertama yang masuk ke sana. Tahun lalu, ketika terowongan angin ini mulai dipromosikan, rombongan dealer dari Indonesia (dan negara lain) sudah pernah diberi tur ke dalamnya.
Ketika masuk, Chris Yu langsung memberi kami goggle alias kacamata pelindung. Kami diminta masuk ke dalam terowongan angin, berdiri di atas platformnya. Di sana ada sebuah sepeda aero terbaru dari Specialized, bernama Venge ViAS.
