oleh

Amankan Air Tanah, Sebelum Membangun Bandung Teknopolis

Selain itu, kata dia, kondisi tanah Gedebage tak terlalu bagus untuk dibangun kawasan permukiman. Pria yang mengikuti studi pengkajian kawasan Gedebage dari tahun 2005 ini menjelaskan, Gedebage merupakan daerah tempat bermuaranya air sungai, sehingga kawasan tersebut rawan banjir. Oleh sebab itu, perlu adanya pengkajian pengamanan debit air yang akan tertampung di kawasan tersebut.

’’Pertama itu, persoalannya kajian untuk amankan air dengan benar. Jangan salah hitung. Kemudian, dari segi konstruksi dan jenis tanah. Itu juga perlu konstruksi yang tepat. Kemudian, nanti mengenai jalur konstruksinya, apa mau pakai Jalur Soekarno Hatta itu kan bikin macet,’’ ungkap dia.

Baca Juga:  Summarecon Lampaui Target Penjualan 2020 di Tengah Pandemi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang akan membangun Bandung Teknopolis, merupakan kawasan industri berbasis teknologi tinggi. Bandung Teknopolis direncanakan berdiri di atas lahan seluar 800 hektare. Dia juga pesimistis Pemkot Bandung dan perusahaan lain dapat membangun itu di lahan tersebut.

Sejumlah perusahaan properti telah mengantongi izin untuk mengembangkan kawasan tersebut, di antaranya adalah PT Summarecon. Pengembang tersebut berencana membangun kompleks perumahan di atas lahan seluas 300 hektare di Gedebage. Lahan milik Summarecon adalah yang terbesar di kawasan tersebut. Selain Summarecon dan Pemkot Bandung, di lahan tersebut terdapat stakeholder lainnya, seperti PT Adipura.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga