Terpaksa Gunakan Air Limbah

Fashion Show dikawasan tercemar Limbah tekstil-Green Peace
Dokumentasi/Fajri Achmad NF. / Bandung Ekspres
UPAYA BERSAMA: Sejumlah pragawati meliuk di atas area pesawahan yang tercemari limbah logam berat dengan mengenakan pakaian bertajuk eco fashion dalam gelaran Detox Catwalk di Kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (22/3) lalu. Kegiatan diprakarsai Green Peace Indonesia, Paguyuban Warga Peduli Lingkungan (Pawapeling) dan sejumlah desainer menyuarakan dan mengajak kepada produsen ataupun perusahaan tekstil untuk turut berupaya menekan produksi tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari air dan lahan-lahan produktif seperti sawah.
0 Komentar

Lanjut Jana, banyak petani yang putus asa dan menjual sawahnya dengan harga yang sanat murah karena lahannya sudah tidak produktif lagi untuk ditanami. Meski demikian, kata dia, hingga saat ini belum ada tidakan yang berarti pemerintah terkait adanya pencemaran limbah tersebut.

Terlebih, para petani banyak yang harus alih profesi atau bahkan menganggur karena sudah tidak dapat menggarap lahan pertaniannya.

Menurutnya, meski pernah ada penelitian dari sejumlah universitas dan pemerintah untuk mencari solusi penanganan limbah, akan tetapi upaya tersebut tetap tidak menghasilkan perubahan yang berarti.

Baca Juga:Anggota DPRD Jabar BerangSilang Pendapat Warnai Sidang Paripurna

”Di sini kebanyakan petaninya buruh, bukan yang punya lahan. Kalau sawah dijual sama pemilik, ya mereka terpaksa nganggur, kalau nggak jadi buruh serabutan,” tuturnya.

Pihaknya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan limbah yang mencemari areal pertanian di wilayah Rancaekek, mengingat bahwa Rancaekek pernah menjadi gudang Swasembada pangan terbesar di Jawa Barat dengan menghasilkan beras kualitas nomor 1 di Indonesia.

”Kalau terus dibiarkan, mau sampai kapan? sampai petani Rancaekek kehilangan mata pencaharian dan lahannya? Pemerintah harus segera bertindak,” keluhnya. (gun/rie)

0 Komentar