Densus Amankan 21 Pemicu Bom

Pada ekspose tersebut juga ditunjukkan tutorial perakitan bom dan bendera ISIS. ”Ini bom jenis baru, tanpa menggunakan arang atau karbon. Daya ledaknya bisa rendah, bisa tinggi, bergantung komposisinya. Namun, yang jelas ini lebih efisien,” ungkap Sunadi.

Direktur Intelijen Densus 88 Antiteror Mabes Polri Kombespol Ibnu Suhendra menyatakan, kondisi bom yang ditemukan sudah siap diledakkan. ”Tidak perlu waktu lama, tinggal disiapkan satu sampai dua jam, bom sudah bisa meledak,” ujarnya. Ibnu menegaskan, polisi siap menghadapi ancaman terorisme dan mengimbau masyarakat tidak segan melapor jika di lingkungannya ada aktivitas mencurigakan.

Sementara itu, Kapolri Jendral Badrodin Haiti memberikan petunjuk awal bagaiamana ketiga orang terduga teroris itu bisa tertangkap. Awalnya, Polri mendeteksi adanya pembelian bahan peledak sekaligus bahan kimia yang digunakan sebagai campuran bahan peledak.

”Dengan informasi awal ini, setelah diidentifikasi siapa orangnya. Ditangkaplah tiga terduga teroris di Solo,” paparnya.

Soal sejauh mana perakitan bom itu saat ketiganya tertangkap, dia belum mendapatkan laporannya. Namun, yang pasti perencanaan pengeboman itu akan dilakukan pada hari kemerdekaan, 17 Agustus. ”Untuk itu, pengamanan di daerah harus ditingkatkan,” ujarnya.

Pengamanan itu akan difokuskan pada pusat perbelanjaan sekaligus pengamanan terhadap setiap anggota Polri. Mengingat, pada hari kemerdekaan tahun lalu, justru ada serangan pada anggota. ”Saat rapat kepala satuan wilayah (Kasatwil) sudah saya instruksikan,” terangnya.

Pengamanan yang akan ditingkatkan ini menjadi urgen. Pasalnya, Kapolri memastikan masih ada sejumlah terduga teroris lain yang belum tertangkap. ”Masih ada beberapa orang lagi, sedang dikejar,” tuturnya ditemui di Komplek Mabes Polri kemarin.

Informasi yang didapat, pendanaan tiga terduga teroris ini berasal dari ISIS. Badrodin mengatakan bahwa belum etahui dari mana asal pendanaannya. Yang pasti, akan diperiksa semuanya. ”Nanti hasil pemeriksaan yang akan menunjukkan asal pendanaan itu,” ujarnya. (din/wa/c9/idr/ca/rie)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan