oleh

Hentikan Kekerasan Anak

Tidak Selamanya Memukul Itu Mendidik

CIMAHI – Tindak kejahatan pada anak hingga saat ini masih tinggi. Dengan alasan itu, maka masyatakat khususnya orangtua dipandang perlu banyak tahu tentang aturan perlindungan terhadap anak.

murid sd
DAMIANUS BRAM/RADAR BALI
MENGENANG ANGELINE: Murid SDN 12 Sanur melakukan doa bersama untuk Angeline, bocah yang diduga dibunuh oleh ibu angkatnya. Angeline merupakan contoh nyata kekerasan pada anak.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cimahi Eri Satriana SH MH, saat ini kasus kejahatan anak cukup tinggi. Sebaliknya, pengetahuan masyarakat mengenai perlindungan pada anak hingga kini masih rendah. Sebab, faktanya di lapangan, bisa saja orang tua dilaporkan ke ranah hukum jika dianggap melakukan kekerasan atau kejahatan terhadap anak.

”Langkah preventif perlu dilakukan supaya para orang tua lebih paham tentang hal ini. Sehingga tidak terjerumus dengan permasalahan hukum, seperti sosialisasi yang dilakukan oleh Bagian Hukum Pemkot Cimahi ini,” papar Eri usai penyuluhan Perda Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Terhadap anak, di Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah, kemarin.

Menuruf Eri, jika ada lapotan tetkait dengan kekerasan terhadap anak, pihaknya akan menindaklanjutinya sesuai aturan hukum yang berlaku. Tapi pihaknya berharap, tindakan preventif lebih didahulukan ketimbag tindakan represif. Meskipun beberapa kasus pernah dilaporkan ke Kejari.

”Usaha prepentif sebaiknya terus digalakkan supaya tidak terjadi peningkatan kekerasan atau kejahatan terhdap anak,” tegasnya.

Dia mencontohkan, orang tua kerap melakukan pendidikan terhadap anaknya dengan cara memukul. Dengan harapan, anak mendapatkan efek jera ketika melakukan kesalahan.

Memukul itu sendiri, kata dia, bisa diartikan banyak. Lantas mana yang kemudian bisa bermasalah dengan hukum? Jika anaknya dipukul di bagian kepalanya dan mmbahayakan bagi kemampuan otaknya hal ini bisa saja dianggap sebuah kekerasan terhadap anak.

”Ada orang tua yang memukul anaknya di bagian kaki dan tidak terlalu keras hanya dalam rangka mendidik anaknya tentu tidak bisa disamakan dengan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Sedangkan, Asisten Pemerintahan Pemkot Cimahi Tata Wikanta mengatakan, untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap anak, Pemkot Cimahi sudah menerbitkan Perda Perlindungan Terhadap Anak yang implementasinya dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB), Disnakertransos dan Satpol PP.

Diharapkan Tata, dengan penyuluhan yang dilakukan, di Kota Cimahi tidak terjadi kasus kekerasan terhadap anak. Bahkan di Disnakertransos sudah mewadahi lembaga yang menangani perlindungan terhadap anak.

Di bagian lain, tempat untuk bermain Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kota Cimahi hingga saat ini masih minim. Padahal, ABK juga mempunyai hak yang sama seperti anak-anak normal lainnya.

Menurut Anggota Komisi 1 DRPD Cimahi, Siti Yanti Abintini, mereka (ABK) mempunyai hak yang sama dengan anak-anak normal lainnya, termasuk dalam bentuk tempat bermain. Oleh sebab itu, pemerintah harus mempunyai program, agar ABK bisa bermain dan berkembang layaknya seperti anak-anak lainnya. ”Semestinya untuk ruang terbuka anak fasilitasnya harus ada. Sehingga anak-anak bisa bermain di sana,” katanya.

Bukan hanya ruang bermain saja, ABK juga mestinya mempunyai hak yang sama dalam hal pendidikan. Maka dari itu, pihak sekolah jangan membedakan ABK dengan anak-anak normal lainnya. ”Kami ingin, mereka diberikan hak yang sama dengan anak-anak lainya,” ungkapnya.

Untuk jumlah ABK di Kota Cimahi sendiri, saat ini ada sekitar 300 anak. Pihaknya pun akan terus melakukan pendataan agar mengetahui keberadaan mereka (ABK) di tengah masyarakat. Sebab, masih banyak orangtua yang malu mempunyai anak berkebutuhan khusus. ”Tapi setelah kita beri pengertian mereka akhirnya bisa terbuka,” ujarnya.

Untuk mengatur hak ABK, DPRD Cimahi juga akan membuat Perda Kota Layak Anak. Pembuatan Perda tersebut sudah diatur dari pusat dimana Kabupaten dan Kota yang sudah siap jadi kota layak anak harus mempunyai Perdanya. (mgc1/gat/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga