Hingga saat ini, lanjut Ferry, belum ada sikap dari DPD Gerindra Jabar soal pengusungan bakal calon bupati-wakil bupati Bandung untuk Pilkada 2015. Ferry pun menyebut, pihaknya mengetahui ada tiga pasangan bakal calon yang sudah resmi terdaftar di KPU. ’’Kami akan segera menentukan sikap terkait dukungan politik kepada salah satu pasangan calon,’’ tegas dia.
Ketua KPU Kabupaten Bandung Atip Tartiana pun tetap pada keputusan, bahwa waktu pendaftaran telah ditutup tepat pukul 16.00 WIB. Kemarin adalah terakhir masa pendaftaran pasangan calon bupati dan wakilnya. Berdasarkan PKPU Nomor 9 dan Perubahan No 12 tahun 2015. Mengatur bahwa batas waktu pendaftaran adalah tepat pukul 16.00 WIB. ’’Kami telah diperintahkan oleh KPU RI untuk memantuhinya. Kami tidak berani untuk melanggarnya,’’ ucap Atip.
Dia menjelaskan, jika pasangan dan tim pemenangannya merasa keberatan dengan aturan tersebut, pihaknya mempersilahkan untuk menggunakan saluran hukum. Sebab, itu hak warga negara untuk mempertanyakan. Termasuk jika ingin melakukan gugatan.
Baca Juga:Kalah Kualitas, Nerazzuri Babak BelurBattle of Britain antara Inggris dan Skotlandia
Kemudian, tambah dia, tahapan selanjutnya yang akan diikuti pasangan calon adalah pemeriksaan kesehatan. ’’Itu akan dilakukan besok (hari ini) di Rumah Sakit Al Ihsan Baleendah,’’ kata Atip.
Sementara itu, koalisi resmi antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat akhirnya terjalin untuk mengusung pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Deki Fajar-Doni Mulyana Kurnia. Surat resmi keputusan dari DPP Partai Demokrat terkait pengusungan pasangan tersebut baru diterima keduanya pada Senin (27/7) malam. ’’Keputusannya sih sudah dua tiga hari lalu. Tapi, surat resminya baru diterima tadi malam,’’ ungkap Toni Setiawan, letua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, usai melakukan pendaftaran.
Surat itu mencakup dukungan pengurus pusat Partai Demokrat terkait koalisi partai dalam Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. ’’Partai Demokrat mengeluarkan keputusan ini karena memiliki visi misi, semangat, dan niat perubahan yang sama untuk Kabupaten Bandung,’’ ucap dia.
Ia menambahkan, koalisi dengan PDIP akhirnya dikukuhkan, setelah sebelumnya sempat menjalin komunikasi dengan Partai Golkar untuk maju bersama pada Pilkada ini. Namun, niat itu dibatalkan karena adanya perbedaan langkah politik di tubuh Golkar. ’’Koalisi dengan Golkar akhirnya dicabut, karena Dadang Naser (bakal calon bupati Golkar) dicalonkan melalui jalur independen. Tapi, tidak ada permasalahan. Semuanya kami anggap langkah terbaik,’’ tegas Toni. (mg15/hen)
