FIA TAK SANGSI HONDA

HONDA boleh menapas lega dengan konfirmasi terbaru FIA soal tambahan alokasi mesin. Induk organisasi balap mobil dunia itu memastikan tidak akan menjatuhkan penalti grid kepada pabrikan Jepang tersebut jika menggunakan mesin baru di GP Hungaria akhir pekan ini.
Seperti dikabarkan sebelumnya, perubahan aturan Formula 1 yang telah disetujui Dewan Motor Sport Dunia, FIA disebutkan bahwa pabrikan baru akan mendapatkan satu unit mesin tambahan. Nah, untuk musim ini Honda yang bermitra dengan McLaren baru menjalani tahun debutya dan harus bersaing dengan konstruktor lain dengan masa pengembangan mesin lebih lama.
Komentar dari FIA tersebut sekaligus jawaban kepada Honda yang mencari konfirmasi soal penambahan alokasi mesin untuk konstruktor baru. Lantaran dua pembalap yang menggunakan mesin Honda sama-sama sudah memakai unit kelimanya di seri Austria. Mereka pun juga sudah dijatuhi penalty atas pelanggaran tersebut. Dengan perubahan regulasi tersebut, Honda mempertanyakan apakah di seri Hungarian anti penggunaan mesin keenam bakal dikenakan penalti mengingat sangsi sudah terlanjur jatuh di Austria.
”Kami tidak tahu detilnya bagaimana kami bisa memulihkan kembali sangsi yang kami di GP Austria. Kami harus mengonfirmasinya kepada FIA,” ujar seorang juru bicara Honda. Nah seorang sumber FIA kepada kepada Motorsport.com memastikan FIA telah sepakat untuk menganugerahkan dispensasi kepada Honda untuk mengambil jatah mesin barunya dimulai dari GP Hungaria, meski sudah memakai mesin kelimanya.
Kini, Honda harus mengevaluasi dampak keputusan tersebut terhadap rencana pengembangan mesin sejak GP Hungaria dan setelahnya. Apakah mereka akan langsung menggunakan mesin keenamnya atau memilih memakai jatah token untuk pengembangan mesin. Sampai saat ini Honda belum memanfaatkan jatah token yang mereka punya. Mungkin, keputusan itu belum akan diambil hingga sehari jelang latihan pertama GP Hungaria hari ini (24/7). (cak/mio)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *