oleh

BNN Tes 58 Sopir Angkot

[tie_list type=”minus”]Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pengemudi[/tie_list]

KIARACONDONG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung memeriksa 58 orang sopir angkutan umum antar kota (angkot) dari berbagai jurusan kemarin (10/7). Pemeriksaan ini dilakukan di terminal Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas menjelang Lebaran.

BNN
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRESTES KESEHATAN: Sopir bus dan angkutan antara kota diperiksa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jumat (10/7). Pemeriksaan ini rutin dilakukan untuk meminimalisir adanya penggunaan zat berbahaya oleh sopir yang bisa membahayakan penumpang.

Hal itu dikatakan Kepala BNN Kota Bandung AKBP Yeni Siti Saodah SSos MH. Menurut dia, langkah ini ditempuh sebagai persiapan bagi warga Kota Bandung yang berprofesi sebagai sopir. Supaya saat mereka mengantar para pemudik pada Lebaran nanti, tercipta keamanan dan kenyamanan.

’’Biasanya menjelang libur lebaran mereka akan beralih sebagai sopir pengantar mudik Lebaran. Untuk itu, kegiatan tes urine ini sebagai antisipasinya,’’ jelas Yenni di Terminal Cicaheum kemarin (10/7).

Kegiatan ini bekerjasama dengan BNN Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Polrestabes Bandung. Bertujuan sebagai bentuk pengendalian dan kontrol terhadap penyalahgunaan narkoba. Dia menilai, kondisi fisik para sopir angkot menentukan keselamatan seluruh penumpang. Terlebih, menjelang libur Lebaran seperti saat ini.

Jumlah penumpang angkutan umum antar kota, kata Yenny, pasti membludak. Sehingga, jam keberangkatan angkutan umum antar kota meningkat. Jika tidak ditopang kondisi fisik sopir yang sehat dan bebas narkoba dapat menyebabkan rawannya kecelakaan lalu lintas.

Yeni menuturkan, dengan gaya hidup sehat bebas narkoba, seseorang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya dengan baik. Namun, jika sudah terlanjur menggunakan narkoba, masih ada kesempatan bagi para penyalahguna narkoba untuk berhenti mengonsumsi narkoba.

Oleh sebab itu, BNN Kota Bandung mengajak para penyalahguna narkoba untuk mengikuti program rehabilitasi khusus. Yenni menambahkan, dari jumlah tersebut hasil tes urine dinyatakan negatif namun bila terdapat ada yang positif menggunakan narkoba tentunya akan ditindaklanjuti.

’’Mengemudi dengan pengaruh narkoba sangat berbahaya. Bukan saja buat diri sendiri, bahkan penumpang dan pengguna jalan lainnya juga,’’ kata dia.

Di tempat yang sama, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan, pemeriksaan ini diprioritaskan untuk sopir. ’’Kalau Konduktornya tidak. Poin utamanya, fisiknya dulu. Baru kondisi lainnya kita periksa (kendaraan dan keamanan),” ujar dia.

Adapun hasil tes urine ini negatis semua. Selain dilakukan tes urine, sopir bus pun mendapat pemeriksaan kesehatan. Saat pemeriksaan, ditemukan beberapa sopir tersebut yang kurang sehat. Maka kepada para sopir diimbau untuk tidak membawa bus dulu. Mereka juga akan diberi vitamin sebagai penambah daya tahan tubuh.

Saepullah, 50, selaku sopir bus jurusan Bandung-Tasikmalaya mengaku, lega hasil tesnya negatif. ”Alhamdulillah lulus. Memang da saya mah tidak pernah minum-minuman keras. Paling juga kopi pas ngantuk,” tutup dia. (yan/jar/opl/kha/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga