oleh

Makin Warm dengan Rotan

[tie_list type=”minus”]Lakukan Proses Finishing di Bandung[/tie_list]

BERBAGAI pilihan dekorasi rumah bisa dipilih sesuai dengan selera masing-masing. Namun, jika ingin mendapatkan suasana rumah yang warm dan santai, pilihan dekorasi berbahan dasar rotan bisa menjadi pilihan.

Selain daya tahannya lama, banyaknya jenis dan bentuk rotan juga menjadi daya tarik tersendiri. Seperti yang selama ini ditekuni oleh Nani Suryani Joko, 50. Sebagai perajin dan penjual rotan, dia mengaku selama ini kerap kali mengaplikasikan berbagai jenis rotan ke berbagai bentuk yang indah dipandang mata.

Memiliki galeri rotan di Jalan Soekarno Hatta nomor 618Nani sehari-hari bergelut dengan desain dan bahan rotan untuk dipermaknya menjadi sedemikian rupa. Meski asli dari Cirebon, dia mengaku berkat banyaknya konsumen di Bandung membuatnya melakukan ekspansi ke Kota Kembang tersebut.

’’Kayu rotannya dari Kalimantan. Untuk pengelolaannya dibuat di Tegalwangi dan Tegalsari Kabupaten Cirebon, dan dijualnya di Bandung,’’ ujar Owner Nanjung kepada Bandung Ekspres saat ditemui di galerinya kemarin (22/5).

Dia menjelaskan proses pembuatan kerajinan yang dimilikinya, hingga bisa sampai ke tangan konsumen. ’’Beberapa kerajinan rotan seperti kursi teras dan kursi tamu yang didatangkan dari Cirebon, belum selesai seutuhnya. Makanya di Bandung ini kerajinan-kerajinan rotan itu akan mengalami proses pembakaran, pengampelasan, pewarnaan, dan pemberian melamin,’’ paparnya.

Nani menjelaskan, adanya kerja sama bisnis yang dijalin secara erat dengan perajin rotan di Cirebon merupakan langkah yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. salah satunya dalam memuluskan pemasarannya.

’’Didatangkannya kerajinan rotan dari Cirebon, mengefektifkan waktu pembuatan kerajinan rotan. Kami bisa lebih cepat menghasilkan produk-produk kerajinan. Bayangkan jika kerajinan setengah jadi itu tidak didatangkan dari Cirebon, waktu untuk membuat kerajinan rotan akan bertambah lama,’’ bebernya.

Berbekal bahan dan hasil yang tidak bisa dipandang sebelah mata, hingga kini Nani mampu menembus pasar nasional hingga internasional. ’’Untuk penjualan sendiri kami sudah menjual ke negara Malaysia dan Singapura. Untuk pendapatan selama awal tahun 2015, kami membukukan Rp 10 juta per bulan dan untuk target sampai akhir 2015 nanti mudah-mudahan bisa mencapai 50 persen lebih,’’ tutupnya. (kha/far)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga