Barca di Ambang Treble

Kini, Barca akan menantang juara Italia, Juventus, yang sukses mengandaskan Real Madrid dalam leg II semifinal di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5) dini hari. Meski hanya bermain imbang, Juve melaju dengan kemenangan agregat 3-2.

Kepada Daily Mail, Neymar menyatakan, siapapun lawannya, Barca harus belajar dari kesalahan di semifinal ini. Terutama dari menurunnya ball possession-nya dalam dua leg sekaligus. ’’Sekarang, mungkin yang kami butuhkan hanya istirahat untuk menyiapkan diri kami sendiri. Hanya tim hebat yang akan melawan kami,’’ katanya.

Sebaliknya dengan Barca, Bayern justru mengakhiri rekor buruknya dalam empat laga tanpa kemenangan. Baik di Bundesliga, DFB Pokal atau di Liga Champions. Sebelum 2 x 45 menit di Allianz, Bayern tersingkir dari semifinal DFB Pokal usai kalah atas Borussia Dortmund 1-3 via adu penalti setelah berimbang 1-1 hingga babak tambahan.

Lalu, tiga kekalahan lainnya dialami dari Bayer Leverkusen 0-2 (2/5), Barcelona 0-3 (7/5) dan Augsburg 0-1 (9/5). Berbeda dengan leg pertama yang konfiden mengusung pola 3-4-2-1, maka di leg kedua pelatih Josep Guardiola lebih memilih 4-4-2 sebagai upaya membendung trio MSN Barca, Messi, Luis Suarez dan Neymar.

Menurut kapten Lahm, seperti dikutip dari AFP, upaya itu nyaris saja berhasil. ’’Karena mustahil bagi kami untuk membendung tiga pemain itu dalam 90 menit. Sejak awal kami percaya akan ada sebuah keajaiban, tetapi nyatanya kami tidak mampu menuntaskannya. Setidaknya kami hanya kalah di leg pertama,” tuturnya.

Akan tetapi, Guardiola tetap memberi apresiasi upaya keras pemainnya yang mencoba untuk mengejar defisit tiga gol. ’’Kami sedih, karena kami selalu ingin mencapai ke final di Berlin. Kami bermain bagus, dan kami sekarang bisa keluar dari stadion dengan kepala tegak,’’ tegas mantan pelatih Barca itu. (ren)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan