oleh

Mulai Bangun PLTA Jatigede

[tie_list type=”minus”]Aher: Segera Lunasi 10 Persen Sisa Pembayaran[/tie_list]

SUMEDANG – Untuk menutupi kebutuhan listrik, Presiden Joko Widodo meresmikan Program Listrik 35.000 MegaWatt (MW). Peresmian ditandai dengan groundreaking di tiga lokasi, kemarin (4/4).

Untuk diketahui, Jokowi me-launching PLTA di Jeneponto (Sulawesi Selatan), Pangkalan Susu (Sumatera Utara) dan Jatigede (Sumedang). Sementara proses groundbreaking dilakukan via video conference.

Presiden Joko Widodo mengatakan, selama 70 tahun Indonesia merdeka, pemerintah baru bisa menyediakan 50.000 MW. Nah, dengan pencangan itu, banyak yang menyangsikan bahwa pemerintah bisa menutupi target itu.

’’Ini bukan proyek ambisius. Sudah terencana dan detail. Program ini juga dibackup oleh regulasi, meski memang belum sepenuhnya selesai,’’ kata Jokowi melalui video conference.

Menurut dia, program 35.000 MW tersebut juga bagian dari cara menutupi utang pemerintah pada rakyat Indonesia. Sebab, masih banyak masyarakat di pelosok yang belum menikmati listrik.

’’Memang pembangunannya masih mengganjal (pembebasan lahan dan penggantian). Tapi, saya sudah ngasih deadline kepada kepala daerah untuk menyelesaikan masalah itu,’’ tuturnya.

’’Tidak boleh mundur lagi. Bagaimana industri bisa berjalan jika ketersediaan listrik belum ada,’’ tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang mendapat giliran pertama ditanya Jokowi menyebut, segala macam masalah pembangunan PLTA Jatigede sudah hampir selesai seluruhnya. ’’Praktis tidak ada masalah. Tinggal 10 persen (pembayaran lahan) lagi yang diselesaikan,’’ kata pria yang akrab disapa Aher itu.

Mendengar penjelasan Aher, Jokowi pun lantas bertanya kapan sisanya bisa diselesaikan. Sebab, masyarakat dan investor tidak bisa menunggu lama pada ketersediaan listrik di Indonesia. ’’Segera kami selesaikan pak,’’ jawab Aher.

Dia mengatakan, PLTA Jatigede ini tercatat menyediakan 2 x 55 MW. Artinya, kapasitasnya cenderung lebih kecil dibandingkan PLTA Cisokan yang mencapai 1000 MW. ’’Sebab, konsentrasinya tidak khusus untuk penyediaan listrik. Ada kebutuhan lain, yaitu irigasi untuk masyarakat,’’ tandasnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) VI Anang Yahmadi mengatakan, siap membayar sisa pembayaran 10 hektare yang belum selesai. ’’Setelah dibayar, maka kami pun siap untuk membuat jalan hantar (access road) menuju proyek. Setelah sebelumnya menunjuk kontraktor pelaksana,’’ kata Anang.

Dia berharap, pembangunan accesss road tersebut bisa sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jika tidak meleset, jalan tersebut bisa dilalui pada Juni nanti.

’’Terlebih panjangnya juga cuma tujuh kilometer. Kami yakin bisa cepat selesai. Berbeda dengan PLTA Cisokan, sebab access road-nya sepanjang 27 kilometer,’’ paparnya sambil menambahkan, pembangunan PLTA Jatigede memakan waktu 43 bulan.

Disinggung soal permintaan Jokowi yang meminta proyek tersebut dipercepat, Anang mengaku, siap memberikan pressure kepada kontraktor. Terlebih, kontraktor yang pakai cuma satu paket. ’’Artinya cukup menekan satu saja. Semoga bisa dipercepat,’’ tandasnya.

Dia merinci, PLTA Jatigede menggunakan lahan total 147 hektare. Terdiri atas lahan 88,77 hektare lahan masyarakat. Sedangkan sisanya menggunakan lahan kehutanan. ’’Nah, untuk pembayaran sisa tadi akan dibayar dari anggaran PLN (APLN),’’ singkatnya.

Selain untuk menopang kebutuhan listrik, kata dia, PLTA Jatigede akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, air baku, pemeliharaan sungai (duty flow). (rie/hen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga