oleh

Siswa Teken Pakta Integritas

 [tie_list type=”minus”]Dorong Siswa Pede Jelang Unas[/tie_list]

GATSU – Seluruh Siswa SMPN 6 Kota Cimahi melakukan doa bersama menjelang Ujian Nasional (Unas) yang akan di lakasanakan Senin (4/4) mendatang. Doa bersama dilakukan di aula SMPN 6 Cimahi Jalan Gatot Subroto kota Cimahi kemarin (1/5).

Kepala Sekolah SMPN 6 Cimahi Asep Irawan mengatakan, kegiatan doa istigosah itu menjadi puncak upaya sekolah dalam rangka mempersiapkan siswa menghadapi Unas. ’’Dengan doa istigosah minta pertolongan diberikan kesehatan kelancaran dan kesuksesan seluruh siswa kepada Allah SWT,’’ ujarnya.

Kegiatan doa bersama juga dilakukan dalam rangka membekali para siswa dari sisi rohani agar mendapat ketenangan saat menjalankan ujian. Diawali dengan kegiatan salat duha, hajat, doa istigosah, serta motivasi belajar yang dilakukan kerjasama dengan Pesantren Daarut Tauhid. ’’Rangkaian doa yang paling utama mendukung siswa menghadapi ujian,’’ ujarnya.

Pelaksanaan doa bersama juga disisipkan dengan kegiatan-kehiatan baru. Siswa melakukan penandatanganan sebagai bentuk pakta integritas sebagai pernyataan siap menjalankan unas secara jujur.

Baca Juga:  Tindaklanjuti Kebijakan Larangan Mudik, Satlantas Polresta Bandung Laksanakan Selektif Prioritas

Tandatangan tersebut dilakukan siswa di atas baligo besar yang terpasang di halaman sekolah. Aksi mereka dilakukan secara bergantian di halaman sekolah.

’’Tandatangan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan perilaku siswa dalam menjalankan unas. Terutama, agar menumbuhkan rasa percaya diri saat mengerjakan soal,’’ ujarnya.

Apalagi, tahun ini unas tidak jadi penentu kelulusan. Meski demikian, motivasi siswa untuk belajar dan mempersiapkan diri tetap tinggi karena nilai unas dipakai untuk mendaftar ke SMA atau sederajat. ’’Para siswa masih termotivasi untuk meraih nilai bagus karena akan ada persaingan untuk masuk ke SMA atau sederajat favorit,’’ ucapnya.

Sementara itu salah satu siswa Elzha Kesuma Pertiwi, 15, mengungkapkan, persiapan menghadapi Unas dilakukan dengan belajar di rumah plus belajar tambahan di sekolah.

’’Insyaallah siap. Sebab, persiapan sudah dilakukan, mudah-mudahan dengan tambahan doa bersama ini, bisa mendapat kelancaran,’’ ujarnya.

Selain belajar, menjelang unas juga dilakukan doa bersama para siswa. ’’Dengan doa, hati jadi tenang sehingga sangat membantu. Harapannya lulus dengan nilai baik dan bisa membanggakan orangtua,’’ tuturnya.

Baca Juga:  Kasus Alat Tes Cepat Bekas, Dirut PT Kimia Farma Diagnostik Diperiksa

Dia mengatakan, jumlah peserta unas di SMPN 6 Cimahi mencapai 344 orang. Mereka nantinya akan ditampung di 18 ruang ujian. Masing-masing siswa akan mendapat soal dengan barcode yang berbeda-beda dengan sistem ujian tertulis.

Persiapan dan pemantapan sudah dilakukan sejak awal tahun, termasuk penyelenggaraan try-out hingga empat kali.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiswaan Disdikpora Kota Cimahi Zaini Anwar, saat ditemui di kantor Disdikpora Kota Cimahi mengatakan, distribusi soal dari provinsi ke kabupaten kota pada pelaksanaan unas SMP ini datang lebih awal dari biasanya. Empat hari menjelang ujian dilaksanakan, soal unas sudah tiba di kantor Disdikpora.

’’Soal seharusnya datang ke Dinas Pendidikan dua hari sebelum pelaksanaan. Namun karena ada peringatan May Day, soal sejak 29 April sudah datang. Hal itu untuk mengantisipasi terhambatnya distribusi soal,” ungkap Zaini, kemarin.

Baca Juga:  Peringatan Hari 'World Press Freedom', Ketua KPU: Semoga Insan Pers Mampu Majukan Kota Depok

Zaini menjelaskan, Kepala Dinas akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk melihat persiapan unas. Hari ini, Kepala Dinas akan mendatangi sekolah-sekolah yang lokasinya jauh dari pusat kota Cimahi untuk melihat sejauhmana persiapan unas tersebut.

Selain itu, kata dia, untuk menghindari hal-hal yang tidak didinginkan, petugas dari sekolah yang mengambil soal ujian di Disdik, yang bersangkutan harus dibekali dengan surat tugas dari kepala sekolah, supaya mempermudah pengecekan dan jaminan jika soal tersebut langsung dibawa ke sekolah.

Menurut Zaini tidak banyak perbedaan antara Ujian Nasional (UN) tahun ini dengan tahun kemarin. ’’Kalau unas SMP tidak ada ujian secara online. Tapi mungkin bisa juga dimulai tahun depan. Masalahnya ketika unas online SMA, Cimahi melaksanakannya dengan sangat baik,’’ ungkap Zaini.

Peserta UN SMP pada tahun ini didikuti 8.802 siswa, terdiri atas siswa SMP, MTS, dan Paket B dengan jumlah ruangan 374. (gat/mgc2/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga