Belum lama ini, bertempat di Universitas Pamulang, Polytron mengadakan program CSR dengan mengundang pakar CSR untuk berdiskusi bersama dalam hal CSR yang berkesinambungan.
“Di triwulan pertama Polytron telah berhasil memproduksi puluhan juta perangkat elektronik, dan untuk sisa sembilan bulan berikutnya di tahun 2015 ini Polytron akan tetap terus konsisten memproduksi lebih banyak untuk menutupi pasar demand di Indonesia,” kata Santo.
Dia menambahkan, saat ini memang ada kendala pada nilai tukar rupiah yang kurang stabil. Sehingga mempengaruhi biaya produksi sebagian komponen elektronik. Sebab sebagian kecil komponen masih impor dari luar.
Baca Juga:Upaya Pecahkan Rekor MURIMenjaga Kedaulatan NKRI Harga Mati
’’Namun Kami yakin hal ini dapat dilalui dengan baik, berhubung Polytron telah eksis di Indonesia selama 40 tahun sebagai brand elektronik lokal yang hingga kini masih tetap diminati masyarakat Indonesia,” tutup Santo. (rls/rie)
