Perang Serie A Belum Usai

AS Roma 1 v Juventus 1

ROMA – Persaingan perebutan scudetto Serie A musim ini masih belum berakhir. Meski masih ada gap sembilan angka memisahkan Juventus dengan AS Roma di bawahnya, itu tidak bisa menjadi alasan Juve bisa melenggang nyaman. Drama di Olimpico, Selasa dini hari kemarin menjadi kuncinya.

Andaikan tidak ada gol penyeimbang dari Seydou Keita pada 12 menit terakhir, mungkin ceritanya akan lain. Carlos Tevez sudah bisa memastikan satu kaki Si Nyonya Tua dalam perebutan scudetto ke-31-nya pada menit ke-64. Tanpa gol Keita, gap 12 angka bisa saja memberatkan ambisi Serigala Ibukota menjegal ambisi Juve di giornata ke-25.

Dari sisi hasil akhir, harusnya kubu tuan rumah yang merasa kecewa dengan hanya dapat meraup satu angka. Namun, prosesnya untuk menghindari kekalahan di kandang sendiri itu yang bisa membuat pelatih Rudi Garcia angkat topi dengan perjuangan Francesco Totti dkk.

Roma berhasil lepas dari lubang jarum dengan hanya bermodalkan 10 pemain. Kondisi itu tidak terlepas dari kartu kuning kedua dari saku wasit Daniele Orsato kepada Vasilos Torosidis. Bukannya melemah, permainan Roma malah semakin menggila dengan tetap memberikan pressure kepada pertahanan Juventus.

Dalam statistic Whoscored menyebut, setelah gol Keita, setidaknya lebih dari tiga kali upaya para penggawa Roma untuk menambah gol. Seperti dari Juan Iturbe, Miralem Pjanic, Radja Nainggolan dan Gervinho. Bukan hanya itu, dari penguasaan bola pun lebih unggul Roma dengan prosentase 58 persen.

Dalam pernyataannya, Garcia menganggap kegagalan menambah tiga angka ini sebagai pengganjal langkah timnya bersaing dengan Juventus. Sebaliknya, dengan gap sembilan angka, maka 13 giornata tersisa bakal semakin seru. ”Yang harus kami lakukan sekarang adalah mempertahankan tempat kedua, sambil menunggu peluang untuk menyodok,” ujar Garcia kepada Sky Sports Italia.

Garcia salut dengan reaksi para pemainnya yang tidak sampai down begitu tertinggal dari sisi hasil akhir dan bermain dengan 10 orang. Menurutnya, semangat bermain seperti itu yang akan menjadi modal untuk sedikit demi sedikit mereduksi ketinggalan poin dari Juventus.

Satu yang masih mengganjal dari pelatih berkebangsaan Prancis itu adalah kemampuan anak asuhnya dalam finishing touch. Dia memperkirakan harusnya dalam 15 menit terakhir bisa terjadi satu gol lagi. ”Karena sebenarnya bukan hasil imbang yang kami incar. Dengan beberapa peluang, kami layak mendapatkan gol kedua,” klaimnya.

Apabila Garcia masih puas dengan satu angka di kandang sendiri ini, tidak demikian dengan Massimiliano Allegri. Dilansir dari Football Italia, Allegri kecewa dengan penurunan performa anak asuhnya. Terlebih setelah Roma bermain dengan sepuluh pemain. (ren/ca/fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.