oleh

Jasa Raharja Santuni Keluarga Firman

Terkait Tewasnya Firman yang Terseret Mobil Sejauh 30 KM

Firman Nurhidayat - bandung ekspres
KENANGAN: Foto almarhum Firman Nurhidayat (21) (belakang rambut panjang) korban terseret mobil hingga 30 KM saat bersama rekan-rekannya.

CIMAHI – PT. Jasa Raharja memberikan santunan kepada ahli waris Firman Nurhidayat (21), mahasiswa yang tewas mengenaskan setelah tubuhnya terseret mobil sejauh 30 km, Jumat (27/2) malam lalu. Santunan itu langsung diberikan oleh Kepala Jasa Raharja Cabang Jawa Barat R. Edi Supriadi kepada orang tua korban, Supriadi di Mapolres Cimahi, kemarin (2/3).

”Sebenarnya bantuan ini tidak seberapa untuk menggantikan nyawa anak saya. Namun saya sangat berterima kasih karena banyak yang memperhatikan sehingga bantuan bisa segera kami dapatkan, ”katanya.

Santunan sebesar Rp25 juta itu akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. Sementara itu, mengenai kondisi ibu korban, Supriadi mengatakan, istrinya masih shock. Terlebih saat melihat kronologis tewasnya korban di televisi.

”Istri saya masih shock, dia masih tidak kuat menahan kesedihan sehingga sementara kami melarangnya untuk menonton televisi agar kondisi psikologisnya kembali normal,” ungkapnya.

Hingga kini, belum ada kerabat tersangka yang berkunjung ke keluarga korban. Supriadi juga menginginkan tersangka dihukum seberat-beratnya, ”Karena dia sepertinya tak punya naluri sebagai orang, seperti binatang. Saya minta pertanggung jawaban materi dan dihukum seberat-beratnya, bahkan kalau bisa saya meminta dihukum mati saja,” tuturnya.

Kepala Jasa Raharja Cabang Jawa Barat R. Edi Supriadi menerangkan, pemberian santunan ini sesuai dengan Undang-Undang No. 34 tahun 2014. Jadi setiap masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalulintas jalan wajib memperoleh bantuan.

”Pemerintah wajib memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dengan nilai bantuan sebesar Rp 25 juta, “ terangnya.

Pihaknya berharap, santunan tersebut bisa digunakan keluarga korban dengan sebaik-baiknya, ”Saya sampaikan kepada masyarakat apabila mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit akan mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja dan semua tanggungan biaya ditanggung kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Cimahi AKP Bonifacius Surano menerangkan, pihaknya sudah memeriksa kondisi kejiawaan tersangka. Sejauh ini, kondisinya sehat dan normal.

”Kami sudah mengantar tersangka ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan kejiawaan. Tapi menurut dokter, apabila memerlukan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan dan bisa di jadikan alat uji, dapat dilakukan observasi selama 2 minggu,”ujarnya.

Selain itu, hingga kemarin malam, pihaknya sudah memeriksa empat saksi. Sejauh ini, keterangan masih berbelit-belit. Bahkan saksi wanita (Y) mengaku sempat menyuruh tersangka untuk menghentikan laju mobilnya saat kejadian tersebut.

”Ya, tadi malam kita sudah memeriksa empat saksi. Yang pertama, saksi dari wanita yang berada di mobil saat kejadian. Kalau keterangan yang berubah-ubah dari tersangka (Y) wajar dan tidak apa-apa, nanti alat bukti yang akan mendukung kebenaran dan keterangan dari tersangka,” tuturnya.

”Kita akan lakukan rekontruksi kejadian, tapi masih harus melakukan penyelidikan dan masih ada satu saksi lagi, saksi dari seorang pengendara sepeda motor yang saat kejadian mengejar tersangka. Namun, yang bersangkutan (saksi) sekarang masih berada di Garut,” pungkasnya. (mg18/asp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga