oleh

GEF- Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Kemaritiman

JAKARTA –   Global Environmental Facility (GEF) dan Kemenko Kemaritiman sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang perubahan iklim di laut, perikanan dan konservasi laut. Kesepakatan ini muncul usai pertemuan antara President Director and Chief Executive Officer (CEO) Global Environmental Facility (GEF), Dr. Naoko Ishii, dengan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, di Kantor Menko Maritim di Jakarta, kemarin (9/2).

GEF - MARITIM
BERSINERGI: Presiden RI Joko Widodo (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida. Kini, Indonesia dan Jepang sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang perubahan iklim laut.

Beberapa program yang dibahas untuk dikembangkan antara GEF dan Indonesia antara lain program konservasi mangrove yang berperan sebagai tempat pemijahan ikan. Kemudian, penahan erosi pantai, penyerap karbon, pengemisi oksigen dan untuk sumber pangan.

Di samping itu, kedua pihak sepakat untuk merehabilitasi lahan gambut di Indonesia melalui sistem pembasahan kembali. Dan sekaligus meningkatkan produksi perikanan air tawar di lahan gambut.

Di bidang karbon biru dan energi terbarukan, GEF dan Indonesia bersepakat untuk mengkaji bersama potensi mikro algae di laut Indonesia guna dipakai sebagai wahana penyerap CO2 sekaligus menghasilkan bio diesel. Sedang program global yang juga akan diikuti oleh Indonesia melalui program GEF mencakup Coastal Fisheries Initiative.

Tim Indonesia dan Tim GEF segera menindak-lanjuti kesepakatan kedua pimpinan tadi. GEF bermarkas di Washington DC, AS dan bertugas menghimpun dana sekaligus mendistribusikan dana untuk kegiatan pelestarian lingkungan, konservasi alam, mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.

Untuk kurun 2014-2018, GEF berhasil menghimpun dana sebesar US$ 4.3 miliar yang siap dihibahkan ke 120 negara berkembang, termasuk Indonesia. Hibah dana GEF ke Indonesia bisa berupa hibah langsung maupun hibah melalui lembaga multilateral.

Kendala hibah GEF di Indonesia adalah kekurangmampuan ahli-ahli Indonesia membuat proposal ke GEF. Permasalahan di atas segera diatasi dengan menggandeng Badan Pangan dan Pertanian PBB yaitu FAO, untuk bekerjasama.

Di bidang kelautan dan perikanan, pada tahun 2014, GEF menghibahkan US$ 11 juta untuk dua program di Indonesia, yaitu keanekaragaman perikanan air tawar dan kajian ekosistem Lautan Indonesia. (ald/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga