oleh

Dorong Peningkatan Kapasitas Guru dengan Seadigital Class

Pengajaran Sistem Digital
LEBIH CANGGIH: Seorang guru saat memberikan materi belajar lewat system digital. Sementara itu, Pemkot Cimahi berencana pula akan menggunakan metode tersebut guna meningkatkan kapasitas pengajar tentang TIK.

Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, tujuan adanya sosialisasi ini untuk mempercepat proses digitalisasi kegiatan belajar-mengajar di lingkungan satuan pendidikan dasar dan menengah di Cimahi. ”Kami ingin mendorong peningkatan pemahaman dan kapasitas para guru dalam hal penggunaan instrumen teknologi informasi dan komunikasi sebagai penunjang bahan ajaran dan metode pengajaran di kelas. Sehingga akan tercipta proses pengajaran yang lebih efektif dan efisien kepada para siswanya,” ujar Atty.

Kerjasama yang sudah terjalin sejak 2013 itu sebagai implikasi dari pergeseran paradigma di dunia pendidikan yang kian hari semakin dituntut untuk bisa mengadopsi kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Disamping itu, dengan penerapan Kurikulum 2013, akan memberikan ruang cukup terbuka dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang peningkatan prestasi belajar para siswa didik. ”Ini mendukung cita-cita pembangunan kota Cimahi untuk menjadi kota industri kreatif berbasis telematika yang tentunya harus ditunjang dengan ketersediaan sumber daya manusia berkualitas dan paham terhadap pemanfaatan teknologi,” urainya.

Selain itu, dengan kerjasama ini akan mendorong Cimahi menjadi Center of Excellence dalam pemodelan sistem sekolah digital baik di tingkat nasional maupun Asia Tenggara. ”Kami bangga karena selama ini jajaran SEAMOLEC memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di kota Cimahi, termasuk berbicara mengenai pengembangan kapasitas dan kapabilitas para guru dan siswa menyangkut TIK,” terangnya.

Menurut Atty, perkembangan TIK saat ini ibarat embun di pagi hari, sering dalam tidur lelap kita tidak menyadari bahwa keesokan paginya telah ditemukan penemuan baru yang sangat penting bagi sejarah manusia.

Meskipun Indonesia tidak luput dari pengaruh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, tingkat pemanfaatan TIK-nya masih kalah jauh dari negara-negara lain, termasuk dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ”Dalam hal ini, komunitas pendidikan, khususnya pada tingkat dasar dan menengah, tentu para siswanya harus diberi sebuah mata pelajaran yang berhubungan dengan TIK, sehingga para siswa setidaknya sudah tidak asing dalam penggunaan TIK,” paparnya.

Atty berharap, melalui kegiatan ini, para kepala sekolah dan Ketua PKBM yang menjadi pesertanya akan memahami penggunaan TIK sebagai penunjang bahan ajar melalui berbagai bentuk simulasi digital yang memberikan gambaran tentang pengolahan informasi digital, kelas maya (virtual), konsep visualisasi bahan ajar dan pemanfaatan buku digital (e-book) yang mudah-mudahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan pengajaran yang lebih efektif dan efisien kepada para siswa.

”Konsep digital ini dapat diterapkan dalam berbagai materi pembelajaran baik dalam bidang matematika, ilmu alam, ilmu sosial, kebahasaan, keguruan, kesehatan, prakarya dan teknopreneur hingga kegiatan ekstrakurikuler bagi para siswa didik,” ucap Atty. (mg18/asp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga