Genjot Destinasi Wisata Kota Bogor, Kelurahan Margajaya Poles Tiga Objek Sejarah Peninggalan Belanda

Genjot Destinasi Wisata Kota Bogor, Kelurahan Margajaya Poles Tiga Objek Sejarah Peninggalan Belanda
OBJEK WISATA: Lurah Margajaya, saat menunjukkan batu prasasti peninggalan zaman Belanda. (Yudha Prananda/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Jabarekspres.com – Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor bakal membentuk destinasi wisata baru. Salah satunya bakal memanfaatkan objek sejarah peninggalan kolonial Belanda.

Ada tiga objek sejarah yang dibidik untuk kelurahan yang berbatasan dengan wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor tersebut. Di antaranya Menara Tegal Loceng, Batu Prasasti dan Masjid Nurul Da’ Wah.

Lurah Margajaya Yudi M Somiki mengatakan, ke tiga objek tersebut akan dikemas menjadi suatu destinasi wisata yang kental dengan sejarah perkembangan wilayah, sekaligus menghadirkan wisata religi yang mengupas tentang peradaban Islam di Kelurahan Margajaya.

Baca Juga:Tanggapi Penundaan Pemilu 2024, Jokowi Sebut Pemerintah Berharap Semua Berjalan BaikJokowi Ajak Petani Kabupaten Bandung Gunakan Pupuk Organik

”Menara Loceng itu sejarahnya ketika zaman Belanda adalah untuk memberi tanda peringatan bagi para pegawai perkebunan, memberikan informasi tanda masuk, jam istirahat dan selesainya beraktivitas,” ungkapnya,  kepada JabarEkspres.com dikutip Senin, 6 Maret 2023.

”Disitu ada lapangannya namanya Loceng, memang itu tempat berkumpul buruh zaman Belanda,” imbuhnya.

Sementara untuk masjid, menurut pengurus DKM disitu sejarah hibahnya dibangun tahun 1800-an. ”Mangkanya perlahan kami benahi untuk menjadi salah satu unggulan wisata religinya,” sambungnya.

Dengan begitu, pihaknya menginginkan potensi sejarah yang berada di wilayah RW04 dan 05 itu nantinya terintegrasi dalam kampung tematik yang sekarang sedang dirintis bernama Margasari.

Selain potensi sejarah, Margajaya sebagai salah satu wilayah yang menjadi pintu masuk Kota Bogor juga memiliki potensi ekonomi di sektor UMKM dengan berbagai produk dari buah pala yang diracik menjadi menu hidangan atau sering disebut manisan pala.

”Kami juga akan angkat dari sektor UMKM, karena dulu paling terkenal dengan kerajinan buah pala. Ini yang sedang kami rintis juga untuk ditampilkan kembali untuk unggulan UMKM-nya,” paparnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga tengah menggali potensi kali Cibungur yang akan disulap menjadi kawasan wisata air. Penataan kali Cibungur pun terus dilakukan dengan setiap pekan bersih-bersih bersama masyarakat setempat.

Baca Juga:1.868 Warga Cimahi Sudah Gunakan KTP DigitalWaspada Wabah Flu Burung, Unggas Masuk Cimahi Harus Mempunyai SKKH

”Kami ingin kali Cibungur ini menjadi sebuah wahana ngalun atau mengarungi sungai menggunakan bantalan ban. Ini memungkinkan untuk diperindah,” ujarnya.

Pria asal Bandung itu mengaku, sejauh ini Kelurahan Margajaya sudah mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor.

0 Komentar