Perkiraan Naik 10 Persen Jelang Ramadan, Operasi Pasar Kendalikan Harga

jabarekspres.com, CIMAHI – Sebulan menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di sejumlah pasar tradisional Kota Cimahi diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 10 persen. Plt Kepala Dinas Koperasi Industri Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi Huzen Rachmadi mengatakan, di saat menjelang Ramadan atau hari-hari besar, kenaikan harga hingga 10 persen sangatlah wajar. Sebab di saat-saat seperti itu permintaan konsumen sangat meningkat.

Untuk mengatasi hal tersebut Huzen mengaku, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak lain untuk melaksanakan Operasi Pasar (OP), bila kenaikan harga Kepokmas tersebut terjadi. ”Itu sudah pasti, tidak bisa dihindari. Nanti juga pasti ada operasi pasar, tapi kita pantau dulu pergerakan harganya. Sampai sekarang pergerakan harga masih sesuai dengan yang kami harapkan,” akunya.

Di tempat terpisah, pengelola Pasar Cimindi Bagian Pendataan Harga, Agus Pendi juga mengungkapkan, kenaikan harga Kepokmas jelang Ramadan merupakan hal yang wajar. Namun demikian, pihaknya akan melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) yang bekerjasama dengan dinas terkait apabila kenaikan harga kebutuhan pokok berada di atas 10 persen.

”Ya kalau naiknya lebih dari 10 persen, kami pihak pengelola akan ajukan ke Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan agar segera ditindak lanjuti. Karena ini untuk kepentingan bersama,” ungkap Agus ketika ditemui di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara, kemarin (25/4).

Menurut Agus, bahan pokok yang harganya biasa melonjak pada saat momen tertentu di antaranya, daging sapi dan daging ayam, ikan, dan komoditas sayuran seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Sementara itu salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Cimindi, Sri Usniah, 43, menyebutkan, kenaikan harga jelang puasa memang tidak bisa dihindari. Terutama ketika pada masa akhir bulan puasa dan mendekati perayaan Idul Fitri.

Nggak tahu ya, tiap mau ada hari besar atau libur panjang, harga kebutuhan pokok suka naik, alasannya permintaan konsumen selalu meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Siti Sumirah, 55, mengaku, naik turunnya harga kebutuhan pokok cukup merugikan. Sebab dia harus menyiapkan uang lebih apabila berniat membeli kebutuhan tertentu.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan