oleh

Persiapan 95 Persen

Tinggal Jadwal Gladi Bersih 17-18 April

[dropcap]S[/dropcap]UMUR BANDUNG – Jelang event internasional peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) ke-60, persiapan terus dipantau. Kemarin (1/4), Kepala Staf Kepresidenan Luhun Panjaitan beserta kementrian terkait, melakukan gladi kotor di Bandung. Ini demi kelancaran event yang melibatkan 109 kepala negara tersebut.

Rangkaian gladi ini dilakukan dari kawasan Bandara Hussein Sastra Negara hingga Gedung Pakuan, di Jalan Otto Iskandardinata. Luhut dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Pakuan menjelaskan, secara umum persiapan sudah cukup baik. Dia berharap, persiapan sudah sampai 99 persen pada H-7 KAA. ’’Tadi saya lihat dibandingkan tiga minggu lalu, (persiapan) sudah baik. Gedung Merdeka persiapannya sudah 95 persen,’’ kata Luhut.

 Dia juga menyampaikan, progres historical walk dari Savoy Homann menuju Gedung Merdeka dan Masjid Raya Jabar (Masjid Agung) sudah hampir selesai. Adapun gladi bersih persiapan KAA ini akan dilanjutkan pada Kamis (16/4) di Jakarta dan 17-18 April di Bandung.

’’Over all dicek di sini semua persiapan sudah cukup bagus. Schedule berikutnya gladi bersih di Bandung tanggal 17-18 April ini. Sekaligus Pak Presiden akan melakukan final check,’’ ungkap Luhut.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar juga sudah melakukan persiapan penyambutan. Tiga lokasi yang menjadi fokus utama Pemprov Jabar dalam pembenahan dan penataan. Yaitu, Gedung Merdeka, Masjid Agung dan Gedung Kenegaraan Pakuan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjelaskan, mengenai perbaikan beberapa tempat tersebut sudah mulai dilakukan. Termasuk untuk Gedung Pakuan. Lelaki yang akrab disapa Aher ini menjelaskan, akan mengajukan beberapa menu makanan tradisional yang didominasi masakan sunda.

”Ya, di sini (Gedung Pakuan) menyiapkan makan siang yang paling enak.Tadi, kami masih diskusi. Tapi mereka mengharapkan menu lokal, sebab pada tahun 2005, pernah disediakan makanan Eropa, dan mereka protes,’’ ungkapnya.

Menurut Aher, para delegasi datang ke Bandung untuk menyantap menu lokal. Maka dari itu, pihaknya mengajukan menu khas Sunda. ’’Nanti yang mempertimbangkan panitia pusat,” kata dia.

Menyinggung soal bantuan pendanaan untuk acara internasional itu, Aher menyebutkan, Bandung mendapat bantuan anggaran hingga Rp 10 miliar dari pusat, dan Rp 4 miliar dari pemprov.

Selain itu, perusahaan di Kota Bandung akan menyumbang untuk perbaikan beberapa gedung dengan menggunakan dana coorporate social responsibility (CSR). ”Dari CSR bisa dua sampai tiga miliar,” ungkap dia. (fie/fik/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.