Pegawai Pemkab Harus Pakai Batu Akik

[tie_list type=”minus”] Untuk Menggerakan Ekonomi Kreatif[/tie_list]

LEMBANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya memerintahkan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memakai perhiasan batu akik. Perintah itu dimaksudkan untuk mengangkat ekonomi kreatif masyarakat.

Batu akik
ISTIMEWA

MENGETES: Seorang perajin batu akik mengecek keaslia dengan menggunakan senter. Untuk meningkatkan industri kreatif di KBB, Sekda memerintahkan pegawai Pemkab menggunakan batu akik setiap hari.

”Perintah untuk pegawai itu sudah dimulai. Setiap apel pagi, setiap Senin, selalu dibahas. Yang belum pakai, boleh dicari. Tapi perintah itu bukanlah suatu peraturan. Sementara ini kami mengharapkan respon para pegawai saja. Itu tidak perlu dibikinkan peraturan,” kata Maman di Graha Puspa, Cihideung, Lembang, belum lama ini.

Menurut dia, perintah itu ditujukan bagi para pegawai laki-laki. Setelah banyak yang memakai cincin batu akik, kata Maman, selanjutnya para pegawai akan diperintahkan pula memakai ikat pinggang batu akik.

”Untuk pegawai yang perempuan, saya perintahkan untuk memakai bros yang ada batu akiknya. Mereka harus mencari sendiri, bukan disediakan pemerintah,” kata Maman yang mengaku punya 20 cincin batu akik.

Dia menjelaskan, Bandung Barat memiliki daerah yang kaya akan batu akik. Yakni di Gununghalu dan Cipongkor. Semakin banyak orang yang memakai perhiasan berbatu akik, dia berharap perekonomian masyarakat di kedua kecamatan tersebut dapat terangkat. Soalnya, pengrajin batu akik dia nilai akan semakin bertambah

”Sekarang kalau 12 ribu pegawai wajib pakai, maka daya dukung terhadap ekonomi kreatif batu akik di Gununghalu bisa dibayangkan berapa banyak yang terbantu. Taruhlah dalam sehari orang bisa jual empat, dikalikan jadi berapa?” ujarnya.

Dia menambahkan, Pemkab Bandung Barat juga bakal menggelar pameran batu akik pada 7-14 Juni 2015 di Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Seperti halnya perintah pemakaian batu akik, pameran itu pun ditujukan untuk mengangkat perekonomian masyarakat.

”Batu akik itu kan sedang terangkat. Ternyata, oncom ini daya tawarnya sudah tinggi dan bisa bersaing harga dengan produk lain. Oncom ini nanti dipamerkan. Kami akan bikin kontes khusus untuk batu akik oncom. Pesertanya boleh dari luar, siapa saja yang memiliki,” tukasnaya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan